Agus Sunarko Dorong Langkah Terpisah Demi Tumbuh Lebih Kuat di Lingkar Jateng Group

Author: Redaksi Android62

Agus Sunarko memberi pesan yang cukup tegas kepada jajaran Lingkar Jateng Group saat halal bihalal digelar di Resto Joglo Jepara. Di hadapan para karyawan dan pimpinan perusahaan, ia menekankan bahwa proses bertumbuh dalam organisasi tidak selalu harus seragam, bahkan kadang perlu ada langkah berbeda agar masing-masing bagian bisa berkembang lebih kuat.

Pernyataan itu muncul ketika suasana silaturahmi tengah berlangsung hangat. Bagi Agus, momen halal bihalal bukan hanya ajang saling bertemu setelah lama tidak berjumpa, tetapi juga ruang untuk membaca arah organisasi dan menyampaikan pandangan tentang perubahan yang sedang atau akan terjadi di dalam perusahaan.

Filosofi elang sebagai gambaran pertumbuhan

Dalam penyampaiannya, Agus menggunakan filosofi elang untuk menjelaskan cara sebuah organisasi berkembang. Ia membandingkan elang dengan burung murai batu yang hidup bergerombol, lalu menilai elang justru membangun kekuatan melalui proses yang lebih mandiri.

“Seperti layaknya burung elang, dia bertumbuh dan berproses seorang diri, tidak seperti burung murai batu yang selalu bergerombol. Namun pada saatnya, burung elang yang sudah kuat akan mewarnai sekelilingnya,” ujar Agus.

Pesan itu memberi penekanan bahwa pertumbuhan tidak selalu berjalan dengan pola kebersamaan yang sama dari awal sampai akhir. Dalam pandangan Agus, ada kondisi ketika sebuah unit atau divisi perlu bergerak dengan cara berbeda agar bisa menemukan bentuk kerja yang paling efektif.

Perpisahan bukan berarti memutus hubungan

Agus juga menilai bahwa pemisahan dalam struktur kerja tidak otomatis harus dibaca sebagai langkah mundur. Ia memandang dinamika seperti itu sebagai bagian dari proses organisasi untuk menyesuaikan diri dengan tantangan baru dan membuka ruang pertumbuhan yang lebih optimal.

Dalam kerangka tersebut, perbedaan langkah antarbagiannya justru bisa menjadi jalan agar masing-masing unit menjalankan peran dengan lebih tepat. Tujuan utamanya bukan menjauhkan satu bagian dari bagian lain, melainkan memberi kesempatan agar potensi yang ada bisa berkembang lebih maksimal.

Pandangan ini menjadi inti dari pesan Agus kepada Lingkar Jateng Group. Organisasi, menurut arah pikir yang ia sampaikan, tetap dapat solid meski tidak semua bagian harus bergerak dengan pola yang sama.

Optimisme terhadap masa depan perusahaan

Di luar pesan filosofi, Agus juga menunjukkan keyakinan bahwa Lingkar Jateng Group masih memiliki peluang kuat untuk bertahan dan berkembang. Ia menyebut perusahaan masih bisa terus tumbuh di masa mendatang selama mampu menjaga arah kerja dan semangat bersama.

Agus pun memberi dorongan langsung kepada Direktur Utama Lingkar Jateng Group, Noofal, agar tetap menjaga semangat memimpin. Ia meyakini kepemimpinan yang konsisten akan membantu perusahaan melewati masa perubahan dengan arah yang jelas.

“Saya pribadi optimis, bahwa Lingkar Jateng Group ini yang akan bertahan dimasa mendatang. Saya berpesan kepada Direktur Utama Lingkar Jateng Grup, Pak Nofal, tetap semangat, saya yakin dibawah komando Pak Nofal, Lingkar Jateng Group akan terus bertumbuh hebat,” katanya.

Ucapan itu memperlihatkan bahwa pesan Agus tidak hanya berisi dorongan moral, tetapi juga penegasan bahwa perubahan bisa menjadi bagian wajar dari perjalanan organisasi. Bertumbuh, dalam nada pesannya, berarti mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan tujuan utama.

Halal bihalal jadi ruang memperkuat kekompakan

Bagi Direktur Utama Lingkar Jateng Group, Noofal, kegiatan halal bihalal tersebut memiliki arti penting karena banyak anggota tim sudah lama tidak bertemu secara langsung. Ia melihat pertemuan itu sebagai kesempatan untuk mengembalikan semangat kerja dan mempererat kebersamaan antarkaryawan.

Noofal menilai hubungan yang hangat di luar rutinitas kantor dapat memberi dampak positif terhadap kerja sama di dalam perusahaan. Karena itu, ia menyambut baik momen silaturahmi yang mempertemukan kembali para pekerja dari berbagai tempat.

“Saya raya memang perlu mengadakan kegiatan ini, karena sudah lama kita tidak berjumpa, semoga dengan pertemuan kita pada hari ini, bisa menumbuhkan semangat dan kekompakan kita untuk kedepannya,” kata Noofal.

Ia juga mengakui bahwa situasi pasca pemilu membawa tantangan tersendiri bagi organisasi. Meski begitu, Noofal menegaskan komitmen untuk terus menjaga pola kerja yang saling melengkapi dan saling menguatkan agar perusahaan tetap siap menghadapi tekanan ke depan.

“Memang di situasi paska tahun pemilu ini rasanya cukup berat, namun sesuai komitmen kita, ‘saling melengkapi dan saling menguatkan’. Pasti kita semua bisa menghadapi tantangan kedepan bersama-sama,” tambahnya.

Makna pertemuan bagi karyawan

Dari sisi karyawan, halal bihalal itu juga membawa pengalaman yang bermakna secara emosional. Ajeng, staf media sosial Lingkar Jateng Group, menyebut momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan terasa lebih berkesan karena bisa dilakukan langsung dengan rekan kerja dari luar kota.

“Momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan menjadi lebih bermakna karena bisa bertemu langsung dengan rekan kerja dari luar kota,” ungkapnya.

Ajeng berharap suasana seperti itu tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Ia memandang keharmonisan antarpegawai sebagai bagian penting untuk menjaga kekompakan perusahaan dalam menghadapi dinamika yang terus berubah.

Dalam suasana yang akrab itu, pesan Agus Sunarko tentang elang menjadi semakin relevan. Lingkar Jateng Group digambarkan tetap bisa bergerak solid meski mengambil jalan yang berbeda, selama tujuan akhirnya tetap sama: tumbuh lebih kuat dan memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Source: beritajateng.id
Berita Terbaru