Ribuan pesan dukungan dari masyarakat Jawa Tengah dan Semarang menjadi perhatian Kedutaan Besar Iran di tengah konflik yang melanda negara tersebut. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan pesan-pesan itu diterimanya melalui surat dan berbagai cara lain.
Boroujerdi mengatakan belum seluruh pesan dapat dibaca karena jumlahnya telah mencapai lebih dari ribuan. Menurutnya, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas perhatian tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai duta besar.
Pesan solidaritas itu mengemuka saat Boroujerdi bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Rabu (22/7). Pertemuan tersebut menempatkan isu kemanusiaan dan perdamaian sebagai perhatian utama di tengah dampak konflik yang meluas.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia juga membawa pesan perdamaian dari Presiden RI Prabowo Subianto serta masyarakat Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi berharap konflik yang terjadi di Iran dapat segera berakhir. Menurut dia, situasi tersebut tidak hanya berdampak pada Iran dan kawasan Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan pengaruh tidak langsung bagi Indonesia dan Jawa Tengah.
Pesan Kemanusiaan di Tengah Konflik
Gubernur Jawa Tengah itu menilai perdamaian perlu terus disuarakan kepada Iran maupun negara-negara lain di Timur Tengah. Harapan tersebut disampaikan ketika masyarakat memberi perhatian terhadap perkembangan konflik yang masih berlangsung.
“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya pimpinan tertinggi Iran yaitu Ali Khamenei, semoga beliau husnul khotimah,” kata Ahmad Luthfi. Pernyataan itu sekaligus disertai harapan agar kondisi konflik di Iran segera mereda.
Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas ucapan duka dari Ahmad Luthfi dan pesan damai dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai dukungan masyarakat Indonesia, termasuk warga Jawa Tengah, memiliki arti penting bagi pihak Kedutaan Besar Iran.
“Selama masa perang ini, khususnya perang akhir-akhir ini, saya mendapatkan banyak pesan dari masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Semarang,” ujar Boroujerdi. Ia menegaskan perhatian itu terlihat dari banyaknya surat serta pesan yang masuk selama masa konflik.
Kerja Sama Setelah Konflik
Di luar pembahasan mengenai duka dan konflik, pertemuan itu turut menyinggung peluang hubungan Iran dan Indonesia. Boroujerdi memandang hubungan kedua negara telah terjalin lama dan masih memiliki ruang untuk dikembangkan, termasuk dengan Jawa Tengah.
Ia menyebut hubungan Iran dan Indonesia sejak 2016 sempat terdampak intervensi serta sanksi sepihak Amerika terhadap Iran. Kondisi tersebut dinilai membatasi hubungan kedua negara sehingga kerja sama belum dapat berjalan maksimal.
Meski menghadapi hambatan, Boroujerdi menilai Iran dan Indonesia tetap memiliki kedekatan secara politik, sosial, dan kebudayaan. Kedekatan itu, menurutnya, dapat menjadi landasan untuk memperluas kemitraan pada masa mendatang.
Ia berharap potensi kedua negara dapat dimanfaatkan lebih besar setelah konflik selesai. Harapan tersebut mencakup hubungan yang dinilai saling melengkapi antara Iran dan Indonesia dalam berbagai bidang kerja sama.
Media Indonesia melaporkan Boroujerdi berharap situasi perang dapat segera berakhir agar peluang kemitraan kembali terbuka. Pertemuan di Semarang itu pun memperlihatkan bahwa perhatian warga dan pesan damai menjadi bagian penting dalam hubungan kedua pihak.
Source: mediaindonesia.com






