Roy Suryo Persoalkan Persiapan Sidang Jokowi, Etika Saksi Dipertanyakan

Roy Suryo mempertanyakan pertemuan Joko Widodo atau Jokowi dengan teman satu angkatan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menjelang sidang perkara dugaan pencemaran nama baik. Menurutnya, agenda tersebut dapat memunculkan persepsi bahwa calon saksi telah mendapat pengondisian sebelum memberikan keterangan di persidangan.

Isu itu menjadi perhatian karena sejumlah rekan kuliah Jokowi yang hadir disebut berpeluang menjadi pemberi keterangan dalam perkara dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa. Roy menekankan bahwa saksi seharusnya menyampaikan penjelasan secara mandiri tanpa pengaruh dari pihak mana pun.

Roy Menyoroti Independensi Saksi

Roy menyatakan etika dalam proses peradilan tidak membenarkan pengondisian terhadap saksi sebelum mereka berbicara di hadapan majelis hakim. “Ya lucu aja. Sebenarnya etika saksi itu enggak boleh dikondisikan. Larangan ya,” kata Roy Suryo.

Ia juga menyinggung kabar mengenai fasilitas bagi beberapa pihak yang akan datang ke persidangan bersama-sama. Roy mengutip pernyataan bahwa mereka akan diakomodasi, termasuk memperoleh transportasi bersama.

Apabila fasilitas itu benar tersedia, Roy menilai langkah tersebut tidak elok dalam proses pembuktian perkara. “Itu sudah pelanggaran. Itu enggak elok,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Roy memperlihatkan kaus bergambar uang pecahan Rp100 ribu sambil melontarkan sindiran. “Bau-bau kayak gini juga mungkin ada,” ucapnya.

Jokowi Mengakui Agenda Persiapan Sidang

Pertemuan antara Jokowi dan sembilan teman seangkatannya berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin, 20 Juli 2026. Mereka mula-mula berkumpul di kediaman Jokowi sebelum melanjutkan agenda makan siang di salah satu rumah makan.

Jokowi menyatakan pertemuan itu berkaitan dengan persiapan menghadapi persidangan dugaan pencemaran nama baik yang berhubungan dengan tudingan ijazah palsu. “Ya mempersiapkan diri rekan-rekan saya seangkatan. Ya betul (persiapan sidang),” kata Jokowi.

Sejumlah rekan Jokowi terlihat berada dalam satu kendaraan dengan mantan presiden tersebut setelah pertemuan. Kehadiran mereka kemudian memicu perdebatan mengenai batas persiapan bersama dan independensi pihak yang berpotensi memberikan kesaksian.

WaktuPeristiwaLokasi/Keterangan
26 Juli 2025Mulyono menghadiri reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980Yogyakarta
30 Juli 2025Dian Sandi Utama mengunggah data biodata MulyonoMelalui akun X
20 Juli 2026Jokowi bertemu sembilan teman seangkatanSurakarta, Jawa Tengah

Mulyono dan Latar Perdebatan UGM

Salah satu rekan kuliah Jokowi yang hadir dalam pertemuan itu ialah Mulyono. Ia terlihat mengenakan kemeja lengan panjang hijau dan celana jeans biru, tanpa topi yang kerap melekat pada penampilannya.

Nama Mulyono sebelumnya ramai dibicarakan saat menghadiri reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Yogyakarta pada 26 Juli 2025. Perhatian publik muncul karena namanya sama dengan nama kecil Jokowi.

Dokter Tifa pernah menuding Mulyono bukan alumnus UGM, melainkan calo tiket di Terminal Tirtonadi Solo. Namun, Dian Sandi Utama melalui unggahan di akun X pada 30 Juli 2025 menampilkan biodata Mulyono saat menjadi mahasiswa UGM.

Data tersebut menyebut Mulyono lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 19 Juni 1961, dengan ayah bernama Suwarno. Biodata itu juga mencatat ia lulus dari SMA Negeri Sukoharjo pada 1980.

Mulyono tercatat masuk Program S1 Fakultas Kehutanan UGM pada tahun akademik 1980/1981 dengan nomor induk mahasiswa 80/34419/KT/1684. Ia disebut menyelesaikan pendidikan pada 1987, sementara unggahan Dian Sandi turut memperlihatkan foto dokumen yang memuat judul skripsinya meski tidak terbaca sepenuhnya.

Perkara ini kini tidak hanya menyoroti tudingan terhadap latar pendidikan Jokowi, tetapi juga posisi teman-teman seangkatannya dalam persidangan. Penilaian Roy Suryo mengenai etika saksi berhadapan dengan penjelasan Jokowi bahwa pertemuan tersebut merupakan persiapan bersama rekan kuliahnya.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait