AI Bukan Pengganti Musisi, NOTEP Tetap Boleh Memakainya Untuk Ubah Suara Jadi Pria

Author: Redaksi Android62

NOTEP menegaskan batas yang tegas di tengah ramainya penggunaan kecerdasan buatan di dunia musik. Bagi musisi asal Thailand itu, AI tidak semestinya mengambil alih peran manusia dalam karya kreatif, terutama dalam musik dan seni.

Sikap tersebut bukan berarti ia menolak teknologi sepenuhnya. NOTEP justru melihat AI masih berguna untuk pekerjaan yang tidak ingin dikerjakan manusia, terutama tugas yang terasa membosankan dan memakan waktu.

Ia mencontohkan pekerjaan seperti akuntansi dan administrasi sebagai area yang cocok dibantu teknologi. Dengan bantuan AI untuk urusan semacam itu, manusia bisa lebih banyak fokus pada hal yang kreatif.

Bagi NOTEP, musik dan seni tetap harus menjadi ruang manusia. Ia menilai ada batas penting yang perlu dijaga agar proses berkarya tidak kehilangan kendali dari penciptanya.

Pandangan itu juga muncul dari rasa kecewanya saat melihat musik buatan AI. Ia mengaku sedih ketika menemukan cover lagu dan karya lain yang lahir dari sistem tersebut.

NOTEP berharap pendengar bisa membedakan karya asli buatan manusia dan hasil olahan teknologi. Menurutnya, dukungan pada kreativitas manusia jauh lebih penting daripada sekadar mengagumi hasil kerja mesin.

Kekhawatiran itu memperlihatkan posisinya terhadap arah industri musik saat ini. Di tengah kemajuan teknologi, ia tetap menempatkan sentuhan manusia sebagai inti dari seni.

Meski begitu, NOTEP pernah menggunakan AI untuk kebutuhan yang sangat spesifik. Ia pernah ingin menghadirkan suara pria dalam salah satu lagunya, tetapi tidak menemukan penyanyi yang sesuai dengan visinya.

Karena itu, ia merekam suaranya sendiri lalu memakai AI untuk mengubah warna vokalnya menjadi seperti suara pria. Baginya, cara tersebut masih masuk akal karena ide awalnya tetap berasal dari kreativitas manusia.

Ia menegaskan bahwa bantuan teknologi seperti itu berbeda dari penggunaan AI untuk menulis lagu atau memproduksi musik secara utuh. Selama tidak menggantikan proses kreatif utama, teknologi masih bisa diterima.

NOTEP, atau Note Panayanggool, dikenal sebagai musisi sekaligus aktivis lingkungan asal Thailand. Ia baru saja merilis single “Radio” pada 22 April 2026, bertepatan dengan Hari Bumi.

Video musik lagu itu direkam di laut lepas Pulau Koh Tao, Thailand. Lagu tersebut juga menjadi pembuka untuk EP terbarunya, PAKARANG, yang berarti karang dalam bahasa Thailand.

EP itu berisi enam lagu yang mengeksplorasi hubungan tersembunyi antara terumbu karang, lautan, dan tubuh manusia. Melalui karya terbarunya, NOTEP kembali menunjukkan bahwa musik baginya tetap bertumpu pada ide, emosi, dan pesan yang lahir dari manusia.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru