Penggunaan Asisten AI GrabMerchant terus meningkat di kalangan mitra GrabFood, dengan 59,2 persen merchant baru yang bergabung sejak awal tahun tercatat aktif memakainya hingga Mei 2026. Dalam kurun kurang dari lima bulan, fitur ini juga telah dipakai dalam 1.083.425 pesan, sementara tingkat kepuasan pengguna dilaporkan mencapai 96,1 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi dipandang sekadar alat bantu tambahan. Bagi banyak merchant, teknologi ini mulai menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan lebih terarah.
Strategi bisnis kini tidak lagi bergantung pada intuisi
Grab Indonesia mendorong mitra merchant memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant melalui kampanye Temukan Jawaban untuk Apa Pun. Fitur ini dirancang untuk membantu pelaku usaha membaca performa toko, menyusun strategi menu, merancang promosi, dan menyiapkan ekspansi usaha tanpa memerlukan latar belakang teknis dalam pengolahan data.
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menegaskan bahwa teknologi seharusnya menyederhanakan proses bisnis. Ia mengatakan, “Kami ingin setiap pelaku usaha, terlepas dari skala bisnisnya, dapat memanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi, meningkatkan kinerja usaha, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.”
Asisten AI GrabMerchant bekerja dengan memanfaatkan data penjualan internal toko secara otomatis. Dari sana, sistem menyajikan panduan singkat dan aplikatif agar merchant dapat mengenali kondisi usaha, menemukan masalah operasional, lalu mengambil tindakan yang sesuai.
Dipakai untuk evaluasi harian sampai pembukaan cabang baru
Fungsi AI ini tidak berhenti pada kebutuhan operasional harian. Merchant juga memakainya untuk menghitung biaya, menilai peluang, dan memilih wilayah yang sesuai ketika hendak memperluas usaha.
Salah satu contoh datang dari Efa, pemilik usaha Mie Aceh 769 Pijay. Ia rutin menggunakan tombol petunjuk instan pada halaman wawasan toko untuk memahami performa bisnisnya tanpa harus mengolah data sendiri.
Ketika merencanakan pembukaan cabang baru, Efa juga memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant untuk menganalisis biaya dan memetakan area yang sesuai dengan anggaran operasional. Berkat rekomendasi itu, cabang baru usahanya kini telah resmi dibuka dan beroperasi.
Fitur yang paling banyak dipakai merchant
Di dalam Asisten AI GrabMerchant, merchant dapat membaca wawasan toko, menyusun strategi menu, memperbaiki deskripsi produk, dan merancang promosi yang lebih efektif. Dari berbagai fungsi tersebut, strategi menu dan wawasan bisnis menjadi fitur yang paling banyak digunakan.
Porsinya mencapai 22 persen dari total sesi penggunaan merchant mid-market. Pada kategori merchant long-tail, tingkat pengguna berulang tercatat 89,9 persen, sedangkan pada merchant mid-market angkanya mencapai 97,2 persen.
Penggunaan fitur ini juga meluas ke berbagai kota. Jakarta mencatat pemakaian tertinggi dengan lebih dari 213 ribu merchant aktif dan sekitar 362 ribu pesan masuk.
Di luar Jakarta, merchant di Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Bali juga ikut memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant. Mereka menggunakannya untuk mengelola menu, merespons ulasan pelanggan, dan mengambil langkah bisnis berdasarkan rekomendasi yang diberikan AI.
| Wilayah/Kategori | Data Penggunaan | Keterangan |
|---|---|---|
| Merchant baru GrabFood | 59,2 persen | Aktif menggunakan Asisten AI GrabMerchant hingga Mei 2026 |
| Total pesan | 1.083.425 pesan | Interaksi dalam kurang dari lima bulan |
| Tingkat kepuasan | 96,1 persen | Diukur dari pengguna fitur |
| Jakarta | Lebih dari 213 ribu merchant aktif | Pemakaian tertinggi |
| Jakarta | Sekitar 362 ribu pesan | Interaksi masuk dari wilayah tersebut |
Pola penggunaan yang terus naik memperlihatkan bahwa AI semakin dipakai sebagai alat bantu bisnis yang praktis. Teknologi ini membantu merchant membaca data, menyesuaikan promosi, dan mengeksekusi keputusan bisnis dengan lebih cepat serta lebih terarah.
