Akurasi Google Maps di China Bisa Bergeser, Wisatawan Perlu Siapkan Peta Lokal

Wisatawan yang mengandalkan Google Maps di China berisiko menerima posisi dan rute yang tidak sepenuhnya sesuai dengan lokasi sebenarnya. Perbedaan sistem koordinat peta dapat membuat penanda pada layar bergeser dari posisi pengguna di dunia nyata.

Masalah ini penting bagi pelancong maupun pelaku perjalanan bisnis yang memerlukan alamat dan arah secara presisi. Memasang aplikasi Google Maps sebelum berangkat pun tidak otomatis menjamin navigasi akan berjalan akurat selama berada di China.

Perbedaan Koordinat Memengaruhi Navigasi

China menggunakan sistem koordinat peta yang berbeda dari standar global yang lazim dipakai layanan navigasi internasional. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesesuaian antara data lokasi digital dan posisi fisik pengguna.

Akibatnya, petunjuk arah dari Google Maps berpotensi tidak mengarahkan pengguna ke tujuan yang semestinya. Keterbatasan akses terhadap layanan ini juga menambah risiko ketika pengguna hanya mengandalkan satu aplikasi peta.

Situasi itu membuat aplikasi navigasi lokal lebih relevan untuk disiapkan sebelum perjalanan. Amap, yang juga dikenal sebagai Gaode Maps, dan Baidu Maps menawarkan data lokasi yang lebih lengkap serta akurasi arah yang lebih baik di wilayah China.

AplikasiKondisi Penggunaan di China
Google MapsAkses dan dukungan terbatas, sementara data peta berpotensi tidak akurat.
Apple MapsMemanfaatkan penyedia data peta lokal di China.
Amap dan Baidu MapsMenyediakan data lokasi lebih lengkap dan navigasi yang lebih akurat.

Pilihan Peta untuk Perangkat yang Berbeda

Pengguna iPhone dapat mempertimbangkan Apple Maps sebagai salah satu pilihan navigasi. Layanan tersebut memanfaatkan penyedia data peta lokal di China, sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan perjalanan di negara tersebut.

Bagi pengguna yang membutuhkan pilihan lokal, Amap dan Baidu Maps dapat menjadi alternatif utama. Kedua aplikasi itu membantu pengguna mencari lokasi serta mengikuti rute tanpa bergantung pada keterbatasan Google Maps.

Google Maps masih dapat ditemukan pengguna iPhone melalui App Store versi China. Namun, ketersediaan aplikasi tidak berarti pengalaman penggunaan dan kelengkapan datanya setara dengan layanan yang dipakai di banyak negara lain.

Dampak Mundurnya Google dari Pasar China

Keterbatasan Google Maps berkaitan dengan berhentinya operasi penuh Google di China lebih dari satu dekade lalu. Sebelum keluar dari pasar itu, Google pernah meluncurkan layanan Google Search lokal pada 2006 dengan hasil pencarian yang disesuaikan terhadap kebijakan sensor pemerintah.

Hubungan perusahaan dan pemerintah China kemudian memburuk setelah Google menyatakan menjadi sasaran serangan siber. Google lalu menghentikan penyensoran hasil pencarian, yang diikuti penghentian berbagai layanannya secara bertahap di China.

Liputan6.com yang mengutip BGR melaporkan sejumlah layanan Google, termasuk Google Maps, diblokir dan tidak memperoleh dukungan resmi di China. Dampak pembatasan itu juga terlihat pada perangkat Android yang dipasarkan di negara tersebut.

Ponsel Android untuk pasar China umumnya tidak dibekali Google Mobile Services atau GMS. Perangkat tersebut pada umumnya juga tidak menyediakan Google Play Store dan Google Maps sebagai aplikasi bawaan.

Menyiapkan lebih dari satu aplikasi peta sebelum keberangkatan dapat mengurangi risiko tersesat saat mencari alamat atau berpindah lokasi. Pilihan navigasi lokal menjadi langkah praktis ketika akses, data peta, dan koordinat Google Maps tidak dapat diandalkan sepenuhnya di China.

Berita Terkait