Belgia Ganti Arah Usai Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Tak Diperpanjang

Federasi Sepak Bola Belgia atau RBFA memutuskan tidak memperpanjang kontrak Rudi Garcia meski tim nasional mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan itu menandai dimulainya siklus baru bagi Belgia setelah masa kerja Garcia berakhir pada akhir Juli.

Garcia meninggalkan The Red Devils setelah 18 bulan menangani skuad. Pelatih asal Prancis itu membawa Belgia melewati perjalanan turnamen yang berliku sebelum akhirnya dihentikan Spanyol.

Apresiasi di Tengah Keputusan Berpisah

Direktur Olahraga FA Belgia Vincent Mannaert menilai Garcia memberi pengaruh penting terhadap kondisi internal tim. Menurutnya, sang pelatih membantu memulihkan kohesi skuad dalam situasi olahraga dan finansial yang menantang.

“Rudi Garcia tanpa ragu telah memainkan peran kunci dalam memulihkan Setan Merah Belgia,” ujar Mannaert. Ia juga menilai komitmen serta pengalaman Garcia membantu tim mencatatkan hasil kuat pada Piala Dunia terakhir.

Pengakuan tersebut tidak mengubah arah kebijakan RBFA. Federasi tetap memilih menutup kerja sama ketika kontrak Garcia habis dan mulai menyiapkan pelatih nasional baru.

“Bersama tim saya, saat ini saya sedang mempersiapkan siklus baru, termasuk penunjukan pelatih nasional yang baru,” kata Mannaert. Pernyataan itu menunjukkan pergantian pelatih merupakan bagian dari penataan rencana jangka berikutnya, bukan semata penilaian atas satu hasil pertandingan.

Perjalanan Belgia di Fase Gugur

Belgia tidak langsung tampil meyakinkan di fase grup Piala Dunia 2026. Mereka hanya mencatatkan satu kemenangan dari tiga pertandingan, tetapi mampu menunjukkan respons berbeda saat memasuki fase gugur.

Kebangkitan pertama datang pada babak 32 besar ketika Belgia menaklukkan Senegal 3-2. Kemenangan itu diraih melalui comeback dramatis dan memberi dorongan bagi tim untuk melaju lebih jauh.

TahapanLawanHasil BelgiaCatatan
Babak 32 besarSenegalMenang 3-2Comeback dramatis
Fase gugurAmerika SerikatMenang 4-1Salah satu performa terbaik
Perempat finalSpanyolKalah 1-2Langkah Belgia terhenti

Setelah itu, Belgia tampil dominan saat menghadapi tuan rumah Amerika Serikat dan menang 4-1. Hasil tersebut menjadi salah satu performa paling menonjol selama Garcia memimpin tim nasional.

Laga kontra Amerika Serikat juga diwarnai perdebatan di luar lapangan. Garcia mengkritik keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi penangguhan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dan menyamakannya dengan lelucon “April Mop”.

Berhenti di Hadapan Juara

Langkah Belgia akhirnya terhenti setelah kalah 1-2 dari Spanyol pada perempat final. Kekalahan tipis itu terasa lebih berat karena Spanyol kemudian menjuarai Piala Dunia 2026.

Perempat final menjadi pencapaian tertinggi Belgia di bawah Garcia dalam masa tugas yang relatif singkat. Namun, RBFA memilih memandang hasil turnamen itu sebagai titik akhir sebelum memulai arah baru.

Garcia ditunjuk pada Januari 2025 untuk menggantikan Domenico Tedesco. Penugasan itu datang ketika Belgia berada dalam konteks yang tidak mudah, baik dari sisi olahraga maupun finansial.

Berakhirnya tugas di Belgia juga melanjutkan catatan Garcia yang belum bertahan lebih dari dua tahun dalam satu pekerjaan sejak meninggalkan Marseille pada 2019. Meski demikian, masa kepelatihannya tetap mencakup pemulihan suasana skuad dan perjalanan hingga delapan besar Piala Dunia 2026.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait