Al Hilal Kian Dekat Menyalip, Ronaldo dan Al Nassr Hadapi Ujian Terberat Musim Ini

Pertemuan Al Hilal dan Al Nassr pada 13 Mei menjadi laga yang paling menentukan dalam perebutan gelar Saudi Pro League musim ini. Hasil duel di Al Awwal Park, Riyadh, itu bisa mengubah peta persaingan secara drastis dan membuat posisi Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr kembali berada di ujung tanduk.

Al Nassr memang masih memimpin klasemen, tetapi keunggulan mereka kini tidak lagi terasa nyaman. Kekalahan 1-3 dari Al Qadsiah di Stadion Prince Saud bin Jalawi, Khobar, pada Senin (4/5) membuat tekanan dari Al Hilal kembali terbuka lebar.

Saat ini Al Nassr mengumpulkan 79 poin dari 31 pertandingan. Di belakang mereka, Al Hilal terus mengintai dengan 74 poin dari 30 laga, sehingga selisih lima angka itu masih sangat mungkin berubah dalam waktu dekat.

Jadwal yang membuat tekanan makin besar

Situasi klasemen menjadi semakin rumit karena Al Hilal punya satu pertandingan lebih sedikit. Artinya, mereka masih memegang peluang tambahan untuk terus mendekati Al Nassr sebelum duel langsung kedua tim digelar.

Dalam hitungan hari, Al Hilal akan lebih dulu menghadapi Al Khaleej pada Rabu (6/5). Setelah itu, Al Nassr dijadwalkan bertemu Al Shabab pada Jumat (8/5), sehingga masing-masing tim masih punya kesempatan menjaga jarak sebelum bentrokan besar terjadi.

Pertemuan pada 13 Mei itu menjadi titik paling rawan bagi Al Nassr. Jika Al Hilal menang, selisih poin akan menipis menjadi dua angka saja dan tekanan terhadap tim Ronaldo akan meningkat tajam.

Peluang Al Hilal belum tertutup

Bagi Al Hilal, peluang menyalip rival sekota itu masih terbuka lebar. Bahkan, skenario untuk mengambil alih puncak klasemen dapat datang lebih cepat pada 16 Mei, saat mereka menghadapi NEOM sementara Al Nassr tidak bermain.

Jika Al Hilal mampu memenangi laga tersebut, mereka akan naik ke posisi teratas dengan keunggulan satu poin atas Al Nassr. Setelah itu, kemenangan atas Al Feiha pada pekan terakhir bisa menutup perburuan gelar untuk mereka.

Kondisi ini membuat Al Nassr tidak hanya bergantung pada performa sendiri, tetapi juga pada hasil yang didapat Al Hilal di beberapa laga tersisa. Setiap pertandingan kini punya bobot besar karena jarak antartim sangat tipis.

Ancaman mengulang akhir musim yang pahit

Bagi Cristiano Ronaldo, situasi ini terasa akrab dan tidak menyenangkan. Sejak bergabung pada pertengahan musim 2022/2023, ia belum pernah merasakan trofi Saudi Pro League bersama Al Nassr.

Catatan itu membuat musim ini berpotensi kembali berakhir dengan kekecewaan. Al Nassr finis sebagai runner-up pada musim 2023/2024 di bawah Al Hilal, lalu hanya menempati peringkat ketiga pada musim 2024/2025 saat gelar direbut Al Ittihad.

Dengan tiga laga tersisa, yakni melawan Al Shabab pada 8 Mei, Al Hilal pada 13 Mei, dan Damac pada 22 Mei, Al Nassr masih punya jalan untuk mempertahankan posisi puncak. Namun, jadwal yang tersisa juga menunjukkan betapa kecilnya ruang kesalahan bagi tim asuhan mereka.

Di sisi lain, Al Hilal masih memiliki empat pertandingan yang mencakup duel melawan Al Khaleej, Al Nassr, NEOM, dan Al Feiha. Karena itu, laga melawan Al Hilal bukan sekadar pertandingan biasa bagi Al Nassr, melainkan momen yang dapat menentukan apakah Ronaldo lagi-lagi harus menelan akhir musim tanpa gelar liga.

Source: sport.detik.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer