Semakin banyak pengguna Windows 11 memilih cara sendiri untuk mengurangi aplikasi bawaan, proses latar belakang, dan elemen sistem yang dianggap mengganggu. Mereka tidak lagi menunggu perubahan besar dari Microsoft, karena kebutuhan utamanya adalah membuat komputer terasa lebih ringan dan lebih rapi untuk dipakai sehari-hari.
Langkah debloat ini menunjukkan bahwa keluhan terhadap Windows 11 sudah bergeser dari sekadar tampilan ke soal kenyamanan dan efisiensi kerja. Di tengah kritik soal syarat perangkat keras yang ketat dan beberapa elemen desain yang dianggap kurang nyaman, komunitas pengguna justru makin aktif mencari jalan pintas agar sistem terasa lebih bersih.
Aplikasi pihak ketiga makin dilirik
Sebagian pengguna memilih skrip sederhana untuk memangkas komponen yang dianggap tidak penting. Sebagian lain memakai alat pihak ketiga untuk menghapus aplikasi prainstal dan merapikan sistem sejak awal pemasangan.
Salah satu alat yang sering dibicarakan adalah Winhance, yang disorot karena mudah digunakan. Richard Devine menilai kelebihan utamanya ada pada rancangan yang dibuat agar bisa dipahami oleh pengguna luas, bukan hanya mereka yang punya kemampuan teknis.
ISO kustom ikut mendapat perhatian
Selain alat debloat biasa, sebagian pengguna juga melirik ISO kustom seperti AtlasOS, FoxOS, ReviOS, dan GGOS. AtlasOS menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena menawarkan Windows yang lebih ringan dengan klaim tetap menjaga fungsi inti sistem.
AtlasOS menyebut dirinya sebagai modifikasi Windows yang lebih responsif, lebih tidak mengganggu, dan lebih fokus pada performa serta privasi. Platform ini juga menilai Windows buatan Microsoft terasa lebih lambat, lebih berat, dan lebih invasif dibanding yang diinginkan pengguna.
Dalam klaimnya, AtlasOS mengurangi proses latar belakang yang tidak perlu, menekan telemetry, serta menghapus iklan dan gangguan lain dari Windows 11. AtlasOS juga menyatakan bisa membantu penggunaan CPU lebih stabil dan membebaskan sekitar 1,5 GB RAM saat boot.
Bagi sebagian gamer, klaim peningkatan framerate ikut menambah daya tarik. Meski begitu, hasil akhirnya tetap dapat berbeda tergantung perangkat dan pola pemakaian masing-masing.
Telemetry dan aplikasi bawaan jadi pemicu utama
Salah satu alasan paling umum pengguna ingin mendebloat Windows 11 adalah telemetry. Fitur ini mengumpulkan data diagnostik dan penggunaan dari PC lalu mengirimkannya ke Microsoft, dan banyak pengguna menilai mekanisme tersebut terlalu intrusif.
Microsoft menyebut telemetry membantu performa, keamanan, dan keandalan sistem. Namun, banyak pengguna tetap memandangnya sebagai bentuk pengambilan data yang sulit benar-benar dimatikan.
Keluhan lain datang dari aplikasi dan program bawaan yang dianggap tidak relevan untuk pengguna umum. Kombinasi keduanya membuat sebagian orang merasa Windows 11 membawa terlalu banyak beban sejak pertama kali dipasang.
Ada risiko saat sistem dibersihkan terlalu jauh
Di balik janji sistem yang lebih ringan, debloating lewat aplikasi pihak ketiga juga menyimpan risiko. Alat yang tidak didukung resmi dapat melewati mekanisme keamanan penting, sehingga memengaruhi kestabilan dan keamanan PC.
AtlasOS menjadi contoh yang menonjol karena bisa menghapus Windows Defender, Restore Points, dan System Reset dari sistem. Kondisi ini membuat pengguna perlu ekstra hati-hati, sebab opsi pemulihan tidak lagi selengkap instalasi Windows bawaan.
AtlasOS memang masih menerima patch keamanan dan pembaruan kumulatif. Namun, sistem ini tidak menyediakan rollback atau pemulihan langsung ke Windows 11 standar, sehingga pengguna harus melakukan instal ulang jika ingin kembali.
Microsoft mulai merespons keluhan
Microsoft dikabarkan mulai mengurangi kemunculan Copilot dan integrasinya di beberapa bagian Windows 11. Perusahaan itu juga membawa kembali sejumlah fitur yang disukai pengguna, termasuk taskbar yang bisa dipindahkan dan diubah ukurannya.
Microsoft juga tidak lagi memaksa pengguna memasang pembaruan saat setup Windows 11, yang sebelumnya sering memakan waktu sekitar 30 menit. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk meredakan sejumlah titik keluhan utama pengguna.
Meski begitu, arah pengembangan berbasis AI masih tetap berjalan. Microsoft masih menyiapkan dukungan untuk AI agents di Taskbar dan Search Box Windows 11 dalam waktu dekat, sehingga perdebatan soal arah Windows tampaknya belum akan reda dalam waktu singkat.
