Amalia Jadi Andalan Baru Portugal, Eropa Makin Serius Tinggalkan Ketergantungan pada Teknologi AS

Author: Redaksi Android62

Portugal resmi meluncurkan Amalia, model AI sumber terbuka pertamanya, di tengah dorongan Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat. Proyek ini langsung menempatkan negara itu di jalur yang sama dengan Prancis dan Jerman, yang lebih dulu mendukung pengembangan alternatif lokal seperti Mistral AI dan Aleph Alpha.

Langkah tersebut tidak berdiri sendiri. Di tingkat kebijakan, negara-negara Eropa kini makin agresif membangun kedaulatan teknologi melalui aturan baru bernama Cloud and AI Development atau CADA, yang mendorong industri domestik dan penggantian chip serta teknologi buatan raksasa AS dengan produk Eropa.

Fondasi AI untuk lembaga publik dan riset

Amalia dikembangkan oleh konsorsium universitas dan lembaga penelitian Portugal dengan dukungan pemerintah serta dana pemulihan Uni Eropa senilai 5,5 juta euro atau sekitar Rp113 miliar. Model bahasa besar ini tidak diarahkan sebagai produk konsumen umum, melainkan sebagai fondasi teknologi bagi lembaga publik, perusahaan, universitas, dan peneliti.

Perdana Menteri Luis Montenegro menyebut proyek seperti Amalia penting bagi masa depan kawasan itu. Ia menegaskan bahwa “otonomi strategis Eropa saat ini sangat bergantung pada AI” saat peluncuran model tersebut.

Montenegro juga menilai Amalia dapat membantu Eropa memasuki dekade-dekade mendatang dengan kedaulatan yang lebih besar dan ketergantungan yang lebih kecil pada teknologi asing. Menurut dia, manfaatnya dapat dirasakan di sektor swasta dan publik, termasuk perbankan, asuransi, dan telekomunikasi.

Pemerintah Portugal pun belum menutup ruang investasi lanjutan. Montenegro mengatakan negaranya akan terus berinvestasi secara besar-besaran untuk proyek ini.

Disiapkan untuk penggunaan nyata

Amalia dirilis sebagai proyek sumber terbuka, termasuk dataset pelatihan dan kode sumber yang dibuka agar bisa dimanfaatkan lebih luas. Arah ini memperlihatkan bagaimana Portugal dan Eropa mencoba membangun ekosistem AI yang bisa dikendalikan sendiri, bukan sekadar bergantung pada model dari luar kawasan.

Penerapan awal Amalia sudah disiapkan untuk sejumlah kebutuhan praktis. Di antaranya pemandu virtual untuk museum-museum di Portugal, alat bantu pengambilan keputusan untuk Angkatan Laut Portugal, asisten pengajar AI untuk perencanaan pembelajaran, serta asisten digital untuk membantu pemerintah memberi layanan publik kepada warga.

Jika dibandingkan dengan model AI yang selama ini mendominasi pasar global, pendekatan Amalia menonjol karena diarahkan ke kebutuhan publik dan institusional. Model ini tidak mengejar popularitas pengguna akhir, melainkan menjadi dasar bagi pengembangan aplikasi yang sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

Infrastruktur komputasi jadi penopang

Peluncuran Amalia juga ditopang oleh investasi Portugal dalam komputasi berkinerja tinggi. Negara tersebut mendapat akses ke superkomputer Deucalion dan MareNostrum 5, yang menyediakan daya komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar.

Kapasitas infrastruktur seperti ini menjadi penentu penting karena pengembangan AI tidak hanya bergantung pada dana dan talenta. Kekuatan komputasi ikut menentukan apakah sebuah negara mampu membangun model sendiri dan menyaingi teknologi dari luar.

Dengan dukungan pemerintah, dana Uni Eropa, superkomputer, dan kebijakan kedaulatan teknologi yang makin tegas, Eropa kini mempercepat langkah membangun ekosistem AI yang lebih mandiri. Pergeseran ini menunjukkan bahwa persaingan AI di kawasan tersebut bukan lagi sekadar soal inovasi, tetapi juga soal kendali atas masa depan digital.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru