BEV Lebih Hemat, REEV Justru Menyimpan Biaya Perawatan yang Sering Terlewat

Author: Redaksi Android62

BEV dinilai lebih ekonomis dibanding REEV karena sistemnya lebih sederhana dan tidak membawa mesin bakar sebagai bagian dari penggerak. Perbedaan itu membuat biaya perawatan jangka panjang pada BEV cenderung lebih rendah.

Di sisi lain, REEV menawarkan rasa aman yang lebih besar saat perjalanan jauh. Kendaraan ini tetap mengandalkan motor listrik, tetapi juga memiliki mesin bakar yang berfungsi sebagai generator ketika kapasitas baterai turun ke titik tertentu.

Komponen Tambahan Membuat Biaya Bertambah

Keunggulan REEV dalam hal cadangan daya datang bersama konsekuensi biaya operasional yang lebih tinggi. Selain sistem kelistrikan, pemilik juga harus memperhatikan mesin bakar yang tetap membutuhkan perawatan berkala.

EV24.africa menilai pemilik REEV tetap perlu melakukan penggantian oli dan servis rutin seperti mobil bermesin pembakaran internal. Hal yang sama tidak ditemukan pada BEV, karena kendaraan itu tidak memakai mesin bakar dalam sistem penggeraknya.

After Sales Trainer Changan Indonesia, Dwi Setiyoko, menyebut ada sejumlah biaya tambahan yang perlu dihitung pada REEV. Biaya itu mencakup penggantian oli mesin, filter oli, busi, serta pengisian bahan bakar untuk mesin generator.

Aspek BEV REEV
Sistem penggerak Motor listrik dan baterai Motor listrik, baterai, dan mesin bakar sebagai generator
Kebutuhan servis Lebih sederhana Lebih kompleks
Perawatan mesin bakar Tidak ada Ada, termasuk oli, filter oli, dan busi
Biaya jangka panjang Cenderung lebih rendah Cenderung lebih tinggi

Kompleksitas sistem REEV juga lebih tinggi karena harus mensinergikan kerja baterai dengan proses pengisian dari mesin. Struktur seperti ini membuatnya berbeda jauh dari BEV yang sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik.

Dalam hitungan operasional jangka panjang, semakin banyak komponen yang harus dirawat, semakin besar pula potensi biaya yang muncul. Karena itu, BEV dipandang lebih hemat untuk penggunaan harian yang berorientasi pada efisiensi.

REEV Tetap Punya Daya Tarik

Meski biaya perawatannya lebih tinggi, REEV tetap menarik bagi pengguna yang membutuhkan ketenangan saat bepergian jauh. Sistem ini membantu mengurangi kecemasan kehabisan daya di tengah perjalanan.

Ketika baterai mencapai batas tertentu, mesin pada REEV dapat membantu mengisi ulang daya sehingga mobil masih memiliki cadangan energi. Fitur ini memberi lapisan keamanan tambahan yang tidak dimiliki BEV.

Keunggulan itu juga relevan di Indonesia, karena SPBU masih lebih mudah ditemukan dibanding SPKLU. Kondisi tersebut terutama terasa saat mobil digunakan ke luar kota atau ke daerah dengan infrastruktur pengisian listrik yang belum merata.

REEV juga menawarkan fleksibilitas lain melalui pengisian bahan bakar yang berlangsung lebih singkat dibanding pengisian daya listrik. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, hal ini dapat menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

Pilihan Akhir Bergantung Kebutuhan

Pada akhirnya, BEV dan REEV menawarkan prioritas yang berbeda. BEV lebih unggul pada efisiensi biaya karena komponennya lebih sedikit dan tidak membutuhkan perawatan mesin bakar.

REEV, sebaliknya, menawarkan rasa aman tambahan saat infrastruktur pengisian listrik belum sepenuhnya siap. Namun, kemudahan itu dibayar dengan sistem yang lebih rumit dan tagihan perawatan yang lebih besar.

Karena itu, alasan BEV disebut lebih ekonomis bukan semata soal statusnya sebagai mobil listrik. Faktor utamanya ada pada kesederhanaan sistem yang membuat biaya jangka panjang lebih mudah ditekan.

Source: otodriver.com
Berita Terbaru