Amazfit memperluas lini smartwatch olahraga di Indonesia dengan membawa Cheetah 2 Pro dan Cheetah 2 Ultra. Dua model ini langsung diarahkan ke pengguna yang membutuhkan GPS presisi tinggi, layar AMOLED sangat terang, dan daya tahan baterai panjang untuk latihan jarak jauh.
Varian yang ditawarkan juga dibuat berbeda tegas sesuai kebutuhan. Cheetah 2 Pro ditujukan untuk pelari marathon dan road runner, sedangkan Cheetah 2 Ultra menyasar trail runner serta atlet endurance yang kerap beraktivitas di medan ekstrem.
Cheetah 2 Ultra untuk lintasan berat dan navigasi panjang
Cheetah 2 Ultra menjadi model yang paling tangguh di antara keduanya. Jam ini memakai kombinasi material Grade 5 Titanium dan sapphire glass, serta disebut memiliki ketahanan setara standar militer.
Untuk visibilitas di luar ruangan, Amazfit membekali layar AMOLED 1,5 inci dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Model ini juga membawa navigasi yang lebih canggih, termasuk pemrosesan peta offline yang lebih cepat dan fitur elevation overview untuk trail running.
Pada sisi penyimpanan, Cheetah 2 Ultra sudah disiapkan dengan memori internal 64 GB. Paket penjualannya turut mencantumkan dua jenis tali, yaitu silikon dan nilon, agar lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan olahraga.
Cheetah 2 Pro fokus pada latihan terstruktur
Bagi pelari yang mengejar peningkatan performa, Cheetah 2 Pro dibekali Zepp Coach AI untuk menyusun program latihan hingga level marathon penuh. Fitur ini dipadukan dengan pemantauan metrik lari yang lebih rinci, mulai dari running power, lactate threshold, ground contact time, hingga running posture.
Di sektor navigasi, Cheetah 2 Pro mengandalkan dual-band GPS dengan dukungan enam sistem satelit. Perangkat ini juga mendukung peta offline dan navigasi rute, sehingga pengguna tetap bisa menjaga jalur latihan saat berlari.
Dukungan ekosistem juga menjadi bagian dari paketnya. Cheetah 2 Pro kompatibel dengan TrainingPeaks, Runna, Intervals.icu, dan Strava.
Material premium dan baterai yang membedakan keduanya
Amazfit memakai bodi Grade 5 Titanium pada Cheetah 2 Pro, lalu menutup layarnya dengan sapphire glass. Layar AMOLED berukuran 1,32 inci ini menempatkan model Pro sebagai jam olahraga premium untuk latihan rutin dan kompetisi lari.
Dari sisi ketahanan daya, Cheetah 2 Pro diklaim mampu bertahan hingga 31 jam dalam mode GPS dan sampai 20 hari untuk pemakaian normal. Cheetah 2 Ultra menawarkan daya tahan lebih panjang, yakni hingga 60 jam dalam mode GPS dan sampai 30 hari untuk penggunaan normal.
Perbedaan tersebut membuat Cheetah 2 Ultra lebih cocok bagi pengguna yang sering berada di alam terbuka dan membutuhkan navigasi dalam durasi lama. Sementara itu, Cheetah 2 Pro lebih menekankan struktur latihan dan analisis performa.
Harga dan ketersediaan
Amazfit mulai menjual Cheetah 2 Pro dan Cheetah 2 Ultra di Indonesia pada 10 Juni 2026. Kehadirannya menambah pilihan smartwatch olahraga yang memang dibangun untuk kebutuhan pelari serius.
Harga Amazfit Cheetah 2 Pro dipatok Rp 7.799.000, sedangkan Cheetah 2 Ultra dijual Rp 10.499.000. Dengan dua model ini, Amazfit menawarkan dua pendekatan yang berbeda: satu untuk latihan terstruktur, satu lagi untuk ketahanan dan navigasi yang lebih panjang.
Source: tekno.kompas.com






