Selisih yang paling terasa antara OnePlus Watch 2 dan Amazfit T-Rex 3 ternyata bukan pada daftar sensornya, melainkan pada daya tahan baterai dan rasa nyaman saat dipakai lama. Dua smartwatch ini sama-sama berada di kelas menengah, tetapi karakter penggunaannya berbeda jauh sehingga pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan harian.
Amazfit T-Rex 3 langsung menonjol lewat baterainya yang sangat panjang. Jam ini diklaim mampu bertahan hingga 27 hari dalam penggunaan tipikal dan sampai 40 hari pada Battery Saver Mode.
Baterai dan bobot jadi pembeda utama
Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak ingin sering mengisi daya, T-Rex 3 punya nilai praktis yang besar. Perangkat ini juga lebih berat, yakni 68,3 gram tanpa strap, sehingga karakter tangguhnya lebih terasa saat dipakai untuk aktivitas luar ruang.
OnePlus Watch 2 mengambil arah yang berbeda. Smartwatch ini diklaim bertahan hingga 48 jam untuk penggunaan berat di Smart Mode dan sampai 100 jam pada Smart Mode yang lebih ringan.
Bobotnya juga jauh lebih ringan, hanya 49 gram. Hal ini membuat OnePlus Watch 2 lebih nyaman dipakai seharian, termasuk saat bekerja atau tidur.
Desain yang disesuaikan dengan kebutuhan berbeda
OnePlus Watch 2 memakai layar AMOLED 1,43 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel. Bodinya menggunakan rangka stainless steel dan perlindungan sapphire crystal, sehingga tampil lebih premium dan rapi.
Amazfit T-Rex 3 hadir dengan layar AMOLED 1,5 inci beresolusi 480 x 480 piksel. Layarnya disebut mampu mencapai kecerahan hingga 2.000 nits, yang membantu visibilitas saat dipakai di bawah sinar matahari langsung.
Dari bentuk fisik, T-Rex 3 terlihat lebih tebal dan tangguh. Karakter ini membuatnya lebih masuk akal untuk hiking, trekking, dan aktivitas yang menuntut daya tahan ekstra.
OnePlus Watch 2 justru membawa tampilan yang lebih netral. Desain seperti ini lebih mudah masuk ke suasana formal maupun santai tanpa terlihat terlalu fokus pada petualangan.
Sensor lengkap, tetapi arah pemakaiannya tetap berbeda
OnePlus Watch 2 dibekali accelerometer, gyroscope, optical heart rate sensor, optical pulse oximeter, geomagnetic sensor, light sensor, dan barometer. Susunan sensor ini memberi fondasi kuat untuk pemantauan kesehatan dan kebugaran harian.
Amazfit T-Rex 3 juga membawa accelerometer, gyroscope, geomagnetic sensor, dan barometric altimeter. Selain itu, jam ini memiliki blood-oxygen PPG sensor yang mendukung kebutuhan aktivitas fisik dan penggunaan di luar ruang.
Meski sama-sama kaya sensor, hasil akhirnya tidak otomatis identik. Fungsi nyata tetap ditentukan oleh cara perangkat itu dipakai setiap hari, apakah lebih sering untuk rutinitas umum atau justru untuk olahraga dan petualangan.
Perbedaan ekosistem ikut memengaruhi pilihan
OnePlus Watch 2 mendapat keunggulan besar dari Wear OS 4. Sistem ini membuka akses ke aplikasi Google, notifikasi, dukungan aplikasi pihak ketiga, Bluetooth calling, Google Wallet, dan integrasi Android yang lebih dalam.
Konektivitasnya juga cukup lengkap, dengan dukungan Bluetooth 5.0, BLE, serta WiFi 5GHz dan 2.4GHz. Kombinasi ini membuatnya terasa lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan smartwatch serbaguna.
Amazfit T-Rex 3 lebih memusatkan perhatian pada kesehatan, olahraga, dan pelacakan outdoor. Jam ini tetap membawa Bluetooth calling, dual-band GPS, offline maps, voice controls, Bluetooth 5.2, BLE, dan WiFi 2.4GHz.
Bagi pengguna Android yang menilai jam dari integrasi aplikasi, OnePlus Watch 2 lebih kuat. Namun untuk navigasi, daya tahan, dan pelacakan di luar ruang, T-Rex 3 menawarkan paket yang lebih terarah.
Harga yang berdekatan membuat kebutuhan jadi penentu
OnePlus Watch 2 dijual dengan harga 20,999 Rupees. Amazfit T-Rex 3 sedikit lebih murah, yakni 19,999 Rupees.
Selisih harga yang tipis membuat keputusan akhir lebih ditentukan oleh prioritas penggunaan. OnePlus Watch 2 lebih cocok untuk pengguna yang mencari smartwatch ringan, premium, dan serbaguna.
Amazfit T-Rex 3 lebih pas untuk penggemar fitness, pelari, pendaki, dan pengguna outdoor yang menempatkan baterai panjang, GPS, dan ketahanan sebagai hal utama. Untuk dua perangkat ini, pilihan terbaik memang lebih banyak ditentukan oleh kenyamanan dan daya tahan daripada sekadar banyaknya sensor.
