Amazon mulai mengubah penyebutan jabatan di sebagian timnya dengan mengganti istilah seperti senior, manager, dan lead menjadi builder. Perubahan ini sedang diuji di unit keamanan rumah Ring dan Blink, dua lini yang berada di bawah perusahaan tersebut.
Ratusan karyawan produk di kedua unit itu akan memakai gelar builder, sedangkan atasannya akan disebut builder lead. Langkah ini menjadi penanda bahwa Amazon sedang mendorong cara kerja yang lebih sederhana, dengan perhatian utama pada hasil yang dihasilkan karyawan.
Struktur kerja dibuat lebih ramping
Mengutip Reuters, Amazon ingin membangun organisasi yang lebih lincah dan mudah menyesuaikan diri. Chief Product Officer Jason Mitura mengatakan perusahaan sedang membentuk organisasi masa depan yang lebih terbuka terhadap perubahan.
Dalam pola baru itu, nilai pekerjaan tidak lagi bertumpu pada level jabatan atau senioritas. Amazon justru menempatkan nilai yang diciptakan untuk pelanggan sebagai ukuran utama kinerja.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan arah yang sedang berkembang di Silicon Valley. Istilah builder kini makin sering dipakai untuk menggambarkan pekerja yang mampu menuntaskan proyek secara mandiri, termasuk dengan bantuan kecerdasan buatan.
Bahasa korporasi ikut bergeser
Perubahan istilah di Amazon juga tidak berdiri sendiri. Di perusahaan teknologi lain, arah serupa mulai terlihat lewat penyebutan jabatan yang lebih praktis dan tidak terlalu menonjolkan hirarki.
Meta disebut mulai menggunakan istilah AI builder, sementara Block memperkenalkan sebutan player-coach untuk sebagian manajernya. Munculnya istilah-istilah baru itu memperlihatkan bahwa bahasa korporasi di industri teknologi sedang bergerak ke arah yang lebih fungsional.
Perusahaan tampak ingin menonjolkan peran nyata yang dijalankan karyawan, bukan semata-mata posisi dalam struktur organisasi. Dengan begitu, perhatian bisa lebih tertuju pada kontribusi langsung terhadap pekerjaan dan produk.
Dorongan Amazon memangkas birokrasi
Bagi Amazon, perubahan ini juga berkaitan dengan agenda CEO Andy Jassy untuk mengurangi birokrasi. Perusahaan bahkan membuka hotline internal agar karyawan bisa melaporkan proses yang dinilai terlalu rumit.
Upaya tersebut menunjukkan dorongan untuk mempercepat alur kerja di dalam organisasi besar. Amazon ingin memotong lapisan administratif yang dianggap tidak perlu agar keputusan bisa dibuat lebih cepat.
Dalam konteks itu, penggunaan gelar builder menjadi bagian dari upaya membentuk budaya kerja yang lebih sederhana. Fokusnya bergeser dari penanda jabatan menuju eksekusi dan hasil yang lebih cepat terlihat.
Ada kekhawatiran soal promosi dan gaji
Meski disebut efisien, perubahan ini tetap memunculkan pertanyaan dari sebagian karyawan. Penghapusan gelar seperti senior atau lead dinilai bisa membuat jalur promosi menjadi kurang jelas.
Kekhawatiran lain muncul karena Amazon selama ini memakai struktur gaji yang bergantung pada level jabatan. Jika gelar formal bergeser, sebagian pekerja mempertanyakan apakah sistem penilaian karier akan tetap mudah dipahami.
Ada pula kekhawatiran bahwa perubahan ini bisa meluas ke seluruh perusahaan. Jika itu terjadi, struktur organisasi Amazon dapat bergerak dari model hierarki bertingkat ke format yang lebih datar.
Bagi banyak pekerja teknologi, jabatan bukan sekadar nama posisi. Gelar juga berkaitan dengan tanggung jawab, pengakuan profesional, dan arah perkembangan karier yang ingin dicapai.
Amazon menegaskan bahwa kompensasi tidak berubah. Perusahaan juga menyatakan promosi dan jalur karier tetap sama, sementara perubahan gelar ditujukan untuk mempercepat eksperimen dan meningkatkan efisiensi.
Source: www.cnbcindonesia.com






