AMD melancarkan kampanye baru yang menyorot MacBook Neo dari sisi yang paling sensitif bagi banyak pengguna, yakni kemampuan bermain game PC. Dalam materi promosinya, AMD membandingkan HP OmniBook X Flip berbasis Ryzen 5 220 dengan MacBook Neo yang memakai chip Apple A18 Pro.
Pendekatan itu menegaskan arah serangan AMD: bukan sekadar soal performa umum, melainkan soal fleksibilitas penggunaan. Di sisi ini, laptop berbasis Ryzen diposisikan sebagai perangkat yang lebih siap untuk pengguna yang ingin bekerja, multitugas, dan menikmati katalog game PC tanpa banyak batasan.
Game PC jadi titik serang utama
AMD menyoroti bahwa MacBook Neo disebut hanya mampu menjalankan 5 dari 20 game PC teratas secara native. Sebaliknya, laptop Ryzen diklaim memberi akses penuh ke game populer di Steam, Epic Games, dan PC Game Pass.
Klaim tersebut menjadi landasan utama AMD untuk menonjolkan keunggulan arsitektur x86. Dengan cara ini, perusahaan ingin menunjukkan bahwa laptop Ryzen lebih leluasa untuk pengguna yang ingin masuk ke ekosistem game PC tanpa bergantung pada aplikasi pihak ketiga.
Spesifikasi yang ikut dibandingkan
Selain urusan game, AMD juga menyoroti beberapa keterbatasan MacBook Neo dari sisi perangkat keras. Laptop Apple itu dikritik karena hanya menawarkan penyimpanan awal 256GB, tidak memiliki layar sentuh 2-in-1, dan minim port konektivitas.
Di sisi pembanding, HP OmniBook X Flip disebut membawa penyimpanan 512GB. AMD juga mengklaim laptop Ryzen mereka unggul dalam beberapa indikator lain, termasuk multitasking yang 57 persen lebih baik, rendering 38 persen lebih cepat, dan konektivitas WiFi yang hingga dua kali lebih kencang.
Strategi yang memancing perdebatan
Meski terdengar agresif, strategi AMD ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah pengamat teknologi menilai komparasi tersebut kurang tepat sasaran karena pembeli MacBook seri murah umumnya tidak menjadikan game PC kelas berat sebagai alasan utama membeli perangkat.
Klaim grafis AMD juga ikut dipertanyakan. GPU Radeon 740M pada Ryzen 5 220 dinilai lebih cocok untuk game ringan, dan dalam banyak kasus pengguna tetap perlu menurunkan pengaturan grafis ke level terendah di resolusi 1080p.
MacBook Neo tetap punya daya tarik tersendiri
Di sisi lain, MacBook Neo masih memiliki kekuatan yang sulit diabaikan di segmen harga terjangkau. Dengan harga awal USD 599, perangkat ini menawarkan desain premium dan stabilitas sistem operasi yang menjadi nilai jual penting.
Kombinasi tersebut ikut menjelaskan mengapa MacBook Neo bisa mencatat penjualan sekitar 1,1 juta unit dalam waktu kurang dari sebulan. Angka itu menunjukkan bahwa pasar laptop masih terbagi jelas antara pengguna yang mencari pengalaman macOS yang simpel dan pengguna yang lebih memprioritaskan fleksibilitas, port, serta performa gaming dari laptop Ryzen.
