AMPG Tanam 444.444 Pohon, Gerakan Hijau Ini Disebut Bisa Selamatkan Jutaan Nyawa

Author: Redaksi Android62

PP AMPG menargetkan penanaman 444.444 pohon oleh kader di seluruh Indonesia sebagai langkah lanjutan setelah penutupan Diklat Kader Muda Nasional Gelombang III di Jakarta. Program itu diposisikan sebagai gerakan hijau yang tidak berhenti di seremoni, tetapi diarahkan menjadi aksi nyata dari tingkat provinsi hingga desa.

Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi, menyebut penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi generasi muda bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa organisasi sayap Partai Golkar itu ingin menghadirkan kerja yang berdampak langsung ke publik.

Informasi Rincian
Agenda Penutupan Diklat Kader Muda Nasional Gelombang III PP AMPG
Lokasi Halaman kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Target penanaman 444.444 pohon
Peserta diklat Delegasi pemuda dari 36 provinsi
Durasi program Lima hari
Jenis bibit Beringin, buah-buahan, meranti, mahoni, durian Musang King

Gerakan yang Disiapkan Berjenjang

Said menjelaskan bahwa seluruh struktur AMPG akan ikut bergerak dalam penanaman ini. Jaringannya mencakup pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa agar program berjalan luas dan terkoordinasi.

Dalam keterangannya kepada www.viva.co.id pada Senin, 13 Juli 2026, Said menyebut, “Ending-nya adalah penanaman 444.444 pohon yang nanti akan diikuti seluruh pengurus AMPG dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa.” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa target tersebut dipandang sebagai agenda organisasi, bukan kegiatan simbolik semata.

Gerakan penghijauan ini juga lahir dari keprihatinan atas persoalan lingkungan di sejumlah daerah. Said menyinggung banjir bandang dan degradasi lingkungan sebagai tanda bahwa keterlibatan generasi muda diperlukan secara lebih serius.

“Kita minta AMPG harus peduli dengan lingkungan. Anak-anak muda harus peduli terhadap keselamatan bangsa dan keselamatan masyarakat di mana saja berada,” ujarnya.

Nilai Simbolik dan Ekologis dari Bibit yang Dipilih

Pada tahap awal, AMPG memilih sejumlah jenis pohon yang memiliki makna simbolik sekaligus manfaat ekologis dan ekonomis. Beringin dipilih karena menjadi simbol Partai Golkar, sementara meranti, mahoni, dan durian Musang King turut disiapkan di beberapa daerah.

Menurut Said, satu pohon dapat memberi manfaat besar bagi kehidupan masyarakat di negeri ini. Karena itu, ia menilai penanaman pohon layak ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk generasi berikutnya.

Ia bahkan mengatakan, “Dengan menanam satu pohon saja, kita menyelamatkan jutaan nyawa yang ada di negeri ini.” Kalimat itu menjadi penegasan paling kuat dari dorongan moral yang dibawa gerakan tersebut.

Relevan dengan Arah Politik Partai

Program penghijauan ini juga disambungkan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Said menilai sayap partai tidak cukup hanya berjalan di ruang politik, tetapi juga harus menghasilkan program yang dirasakan masyarakat.

Di kalangan pengurus PP AMPG, isu lingkungan disebut dekat dengan generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial. Kepedulian itu dianggap membuat agenda penghijauan lebih relevan sekaligus strategis untuk dijalankan secara nasional.

Seorang pengurus PP AMPG mengatakan gerakan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat Partai Golkar menuju 2029. Program tersebut juga diarahkan agar masa depan lingkungan tetap terjaga melalui aksi nyata kader muda di daerah.

Peserta diklat dari berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, hingga Papua, menyatakan siap menjalankan penanaman ratusan ribu pohon di daerah masing-masing sesuai komando organisasi. Dengan penutupan diklat yang diakhiri aksi simbolis itu, target 444.444 pohon kini menjadi pekerjaan lanjutan bagi seluruh jajaran kader AMPG di daerah.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru