Lontaran Material Pijar Karangetang Tak Sampai Permukiman, Warga Tetap Siaga

Author: Redaksi Android62

Gunung Karangetang di Pulau Siau kembali meletus kuat pada malam hari dan melontarkan material pijar di sekitar kawah. Kejadian itu memicu kebakaran alang-alang di area sekitar gunung api tersebut.

Meski api tampak besar dari kejauhan, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P Tatipang, menyebut lontaran material pijar itu kemungkinan tidak mencapai permukiman warga. Ia menjelaskan bahwa letusan mengarah ke utara sehingga nyala api yang terlihat seolah lebih besar karena pantulan ke awan.

Api Membesar Karena Pantulan Awan

Yudia menyampaikan bahwa letusan eksplosif yang terjadi pada malam itu diikuti lontaran material pijar di sekitar kawah. Material pijar tersebut kemudian membakar alang-alang di sekitar area kawah dan membuat nyala api terlihat mencolok dari kejauhan.

“Terjadi letusan eksplosif cukup kuat pada malam ini yang kemudian diikuti dengan lontaran material pijar di sekitar kawah,” katanya di Manado, Minggu malam.

Ia menambahkan, pantulan nyala api ke awan membuat peristiwa itu tampak lebih besar daripada kondisi sebenarnya. Karena itu, warga diminta tetap tenang tetapi tetap waspada terhadap perkembangan aktivitas gunung.

Status Gunung Karangetang Masih Siaga

Hingga kini, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang juga terus memantau kemungkinan munculnya leleran lava pijar pascaletusan.

Yudia mengatakan personel di lapangan sudah diingatkan untuk mengawasi kondisi terbaru setelah letusan. Ia berharap warga tetap mengikuti rekomendasi yang telah diterbitkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi Utama Keterangan
Gunung Gunung Karangetang
Lokasi Pulau Siau
Waktu perkiraan letusan Pukul 19.14 Wita
Status Level II (Siaga)

Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.14 Wita itu membuat pemantauan di kawasan kawah tetap menjadi perhatian utama. Situasi terbaru di sekitar gunung masih diawasi, terutama jika muncul tanda-tanda perubahan aktivitas berikutnya.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru