Ananda Mikola Ambil Alih MGPA, Mandalika Disiapkan Makin Kuat Ke Panggung Dunia

Mandalika kini memasuki fase baru setelah MGPA menempatkan Ananda Mikola sebagai Direktur Utama. Penunjukan ini menegaskan arah pengelolaan yang ingin menggabungkan pengalaman balap, pemahaman teknis, dan penguatan ekosistem motorsport nasional dalam satu jalur kerja.

Langkah tersebut juga memperlihatkan ambisi untuk membawa Pertamina Mandalika International Circuit makin kuat di level internasional. Di bawah MGPA, yang merupakan anak perusahaan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), fokus pengelolaan tidak hanya tertuju pada penyelenggaraan event besar, tetapi juga pada pembinaan jangka panjang.

Pengalaman balap dan manajerial jadi modal utama

Nama Ananda Mikola sudah lama dikenal di dunia balap nasional. Ia memulai karier pada 1993 dan kemudian mencatat sejumlah capaian penting, termasuk menjuarai Grup N Indonesia dan Asia Formula 3 pada 2005.

Di luar prestasi di lintasan, Ananda juga membawa pengalaman kepemimpinan di sektor otomotif. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Sirkuit Sentul dan Ketua Organizing Committee Jakarta E-Prix 2023.

MGPA menilai kombinasi pengalaman tersebut relevan untuk mengoptimalkan operasi sirkuit. Kehadiran figur yang memahami dunia balap dari sisi kompetisi dan pengelolaan dinilai bisa memberi dorongan tambahan bagi arah kerja Mandalika.

Amanah yang dikaitkan dengan pembinaan ekosistem

Bagi Ananda, penugasan ini bukan sekadar perpindahan jabatan. Ia menyebut amanah tersebut sebagai bentuk dedikasi nyata bagi pengembangan ekosistem olahraga otomotif di Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa posisi barunya adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Dalam pandangannya, Mandalika bukan hanya fasilitas balap, melainkan aset bangsa yang memiliki nilai besar untuk dikembangkan.

Ananda menempatkan penguatan standar internasional sebagai bagian penting dari arah kerja itu. Ia menilai potensi lokal perlu diintegrasikan dengan kebutuhan panggung global agar Mandalika mendapat perhatian yang maksimal.

Talenta lokal dan panggung dunia berjalan bersama

Selain memperkuat citra Mandalika, Ananda juga memberi perhatian pada talenta lokal. Ia ingin merangkul pembalap-pembalap terbaik dari dalam negeri agar pembinaan berjalan dari akar dan melahirkan generasi berikutnya.

Arah tersebut sejalan dengan kebutuhan ekosistem motorsport yang tidak hanya bergantung pada event besar. MGPA menempatkan penyelenggaraan, pembinaan atlet muda, dan tata kelola sirkuit sebagai tiga elemen yang saling berkaitan.

Dengan pendekatan itu, posisi Mandalika diharapkan tidak berhenti sebagai tuan rumah ajang bergengsi. Sirkuit ini juga diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi pembalap muda Indonesia.

Fondasi yang sudah terbentuk di Mandalika

Mandalika sendiri sudah menjadi lokasi penyelenggaraan ajang besar seperti MotoGP Indonesia, FIM Asia Road Racing Championship, dan Porsche Sprint Challenge Indonesia. Kehadiran event-event tersebut menunjukkan bahwa sirkuit ini telah memiliki fondasi penyelenggaraan yang kuat.

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Mandalika International Circuit didukung kapasitas grandstand hingga 48.768 penonton. Fasilitas VVIP seperti Observation Deck juga tersedia untuk menunjang pengalaman penonton dan tamu kehormatan.

Dengan basis itu, kepemimpinan baru di MGPA diarahkan untuk memperkuat sisi operasional sekaligus daya saing Mandalika. Kombinasi pengalaman Ananda sebagai pembalap dan pengelola event kini menjadi tumpuan untuk membawa sirkuit itu ke fase pengembangan berikutnya.

Berita Terkait