Ancaman perang antara Inggris dan China menjadi inti ketegangan dalam Tomorrow Never Dies, film James Bond yang tayang di Bioskop Trans TV pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 20.00 WIB. Dalam misi ini, Bond tidak hanya menghadapi jaringan senjata ilegal, tetapi juga provokasi yang hampir menyeret dua negara besar ke konflik terbuka.
Film yang dibintangi Pierce Brosnan itu memperlihatkan bagaimana sebuah operasi intelijen dapat berubah menjadi krisis militer dalam hitungan detik. Keputusan di lapangan, manipulasi sinyal, dan permainan media menjadi rangkaian ancaman yang terus mendorong situasi menuju perang.
Operasi Bond yang gagal berjalan sesuai rencana
James Bond dari MI6 awalnya dikirim untuk memata-matai pasar gelap senjata kelompok teroris di perbatasan Rusia. Namun, situasi berubah kacau ketika Laksamana Muda Angkatan Laut Inggris Roebuck mengabaikan desakan M agar Bond diberi kesempatan menyelesaikan tugasnya.
Roebuck justru memerintahkan serangan rudal Harpoon untuk menghancurkan lokasi itu. Dalam kekacauan tersebut, Bond menemukan dua torpedo nuklir terpasang pada jet latih L-39 Albatros dan terpaksa membawa kabur pesawat itu beberapa detik sebelum ledakan menghancurkan pangkalan teroris.
Setelah berhasil menyelamatkan diri, Bond masih harus terlibat duel udara sebelum akhirnya kembali dengan aman. Rangkaian peristiwa itu menjadi pembuka dari ancaman yang jauh lebih besar di bagian lain cerita.
Elliot Carver memanfaatkan media untuk memicu konflik
Di sisi lain, taipan media Elliot Carver yang diperankan Jonathan Pryce menyiapkan rencana untuk mengadu Inggris dan China. Ia mengandalkan alat enkoder GPS yang dicuri dari pasar gelap oleh peretas sibernetik kepercayaannya, Henry Gupta.
Gupta kemudian memanipulasi sinyal navigasi dan menyesatkan kapal perang Inggris, HMS Devonshire, ke perairan Laut China Selatan yang dikuasai militer China. Di sana, kapal siluman milik Carver yang dipimpin Stamper menyergap dan menenggelamkan kapal tersebut dengan torpedo khusus berbentuk bor laut.
Setelah itu, anak buah Carver mencuri salah satu rudal HMS Devonshire untuk menjatuhkan jet tempur MiG China. Mereka lalu membantai kru Inggris yang selamat dengan senjata beramunisi China agar Beijing tampak sebagai pelaku pembantaian.
Dua tokoh kunci di balik krisis
| Tokoh | Peran dalam cerita | Pemeran |
|---|---|---|
| James Bond | Agen MI6 yang menyelidiki pasar gelap senjata dan berusaha mencegah eskalasi konflik | Pierce Brosnan |
| Elliot Carver | Taipan media yang merancang provokasi perang antara China dan Inggris | Jonathan Pryce |
| Henry Gupta | Peretas sibernetik yang memanipulasi sinyal navigasi | Ricky Jay |
| Stamper | Tangan kanan Carver yang memimpin serangan kapal siluman | Götz Otto |
Provokasi itu membuat Menteri Pertahanan Inggris marah dan langsung mengerahkan armada perang untuk membalas. M hanya memiliki waktu 48 jam untuk mencari kebenaran dan menghentikan krisis sebelum situasinya berkembang menjadi perang dunia.
Setelah jaringan media milik Carver, CMGN, lebih dulu menerbitkan kabar tenggelamnya kapal tersebut beberapa jam sebelum MI6 menerimanya, M mengutus Bond ke Hamburg untuk menyelidiki kasus itu. Di kota ini, Bond memanfaatkan hubungan masa lalunya dengan istri Carver, Paris, untuk menyusup ke markas pusat CMGN dan mencuri kembali enkoder GPS dari ruangan Gupta.
Namun, kedekatan Bond dengan Paris terendus oleh Carver. Ia lalu memerintahkan pembunuh bayaran Dr. Kaufman untuk menghabisi Paris bersama Bond, sehingga misi Bond makin berbahaya dan tekanan terhadap MI6 terus meningkat.
Setelah mengetahui alur ceritanya, pemirsa bisa menyaksikan Tomorrow Never Dies malam ini di Bioskop Trans TV pukul 20.00 WIB. Setelah itu, saluran yang sama juga menayangkan Survive the Night pada pukul 22.00 WIB.
Jadwal tayang Bioskop Trans TV malam ini
| Film | Waktu tayang |
|---|---|
| Tomorrow Never Dies | 20.00 WIB |
| Survive the Night | 22.00 WIB |







