Andie Peci Meninggal, Jejak Perjuangannya untuk Persebaya dan Keadilan Tetap Dikenang

Author: Redaksi Android62

Kabar duka datang dari Surabaya setelah Andy Kristiantono, yang lebih dikenal sebagai Andie Peci, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026). Tokoh Bonek yang selama ini dikenal vokal itu wafat di usia 60 tahun setelah beberapa bulan berjuang melawan penyakit.

Kepergian Andie menyisakan kehilangan besar bagi keluarga besar Persebaya Surabaya dan komunitas sepak bola Indonesia. Sosoknya tak hanya lekat dengan tribun, tetapi juga dengan berbagai perjuangan sosial yang ia kawal di luar lapangan.

Suara yang Menguat Saat Persebaya Menghadapi Masa Sulit

Nama Andie Peci selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu figur penting di kalangan suporter Persebaya. Ia menjadi sosok yang vokal dalam mempertahankan eksistensi klub berjuluk Bajul Ijo saat menghadapi masa dualisme di kompetisi sepak bola nasional.

Perannya ikut membuat nama Persebaya terus hidup di tengah situasi yang tidak mudah. Bagi Bonek, Andie bukan hanya pendukung setia, melainkan juga bagian dari sejarah panjang perjuangan klub kebanggaan Surabaya itu.

Kabar Duka Diketahui dari Unggahan Rekan Bonek

Informasi wafatnya Andie Peci pertama kali beredar melalui unggahan rekannya di komunitas Bonek, Cak Ipul, di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Cak Ipul menulis, “Innalillahi wa innalillahi rojiun. Sugeng tindak Mas Andie Peci. Sampean wis mboten sakit maleh,” yang segera memicu gelombang duka di kalangan pendukung Persebaya.

Andie mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya. Kabar itu kemudian menguatkan kesedihan banyak pihak yang selama ini mengenalnya sebagai pribadi aktif dan konsisten bersuara.

Fakta Utama Detail
Nama Andy Kristiantono, dikenal sebagai Andie Peci
Usia 60 tahun
Tanggal wafat Jumat (10/7/2026)
Tempat wafat RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya
Dikenal sebagai Suporter Bonek, pejuang Persebaya, dan aktivis buruh

Tak Hanya di Stadion, Juga Mengawal Isu Keadilan

Di luar dunia suporter, Andie juga dikenal aktif menyuarakan isu kemanusiaan dalam sepak bola. Ia termasuk sosok yang konsisten mengawal tuntutan keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan 2022 yang menewaskan 135 orang.

Perhatian Andie pada isu keadilan tidak berhenti di sepak bola. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI dan terlibat dalam berbagai aksi yang memperjuangkan hak pekerja.

www.suara.com melaporkan bahwa warisan perjuangan Andie Peci tidak hanya tercatat dalam sejarah Persebaya, tetapi juga dalam gerakan sosial yang lebih luas. Sosoknya dikenang sebagai pribadi kritis, progresif, dan konsisten memperjuangkan isu-isu yang ia anggap penting.

Kepergiannya meninggalkan ruang kosong di tengah Bonek dan gerakan buruh yang selama ini ia suarakan. Nama Andie Peci kini melekat sebagai bagian dari perjalanan panjang Persebaya dan pengawalan keadilan bagi sesama.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru