Di tengah ramai perbincangan soal Lomba Cerdas Cermat MPR 4 Pilar, Andre Kuncoro justru mengarahkan perhatian publik ke hal yang menurutnya paling penting, yaitu sportivitas dan proses yang jujur. Ia menilai menang atau kalah bukan ukuran utama dalam sebuah kompetisi, karena yang lebih bernilai adalah bagaimana proses itu dijalankan.
Pernyataan itu muncul setelah putrinya, Josepha Alexandra atau Ocha, menjadi sorotan akibat protes yang ia sampaikan dalam lomba tersebut. Banyak warganet kemudian melihat sikap Ocha bukan sekadar momen viral, melainkan keberanian seorang pelajar yang merasa ada ketidakadilan lalu memilih berbicara.
Andre menilai pengalaman yang dialami putrinya menyimpan pelajaran besar. Menurut dia, publik tidak hanya menyaksikan sebuah perlombaan, tetapi juga keberanian seorang anak yang merasa tidak berdaya namun tetap menyuarakan kebenaran.
Baginya, peristiwa itu bisa menjadi pengingat bahwa sportivitas harus dijaga dalam setiap kompetisi. Ia menekankan bahwa hasil akhir bukanlah satu-satunya hal yang patut diperhatikan, sebab proses yang jujur justru menempati posisi yang lebih tinggi.
Pesan sang ayah itu pun mendapat perhatian karena hadir di tengah ramainya diskusi soal jalannya lomba yang membuat nama Ocha viral. Ucapan tentang proses, kejujuran, dan sportivitas dinilai sejalan dengan nilai yang semestinya melekat dalam ajang pelajar.
Di sisi lain, keluarga menggambarkan Ocha sebagai anak yang memang akrab dengan dunia belajar sejak kecil. Andre menyebut putrinya lebih sering memilih membaca dan belajar dibanding bermain di luar bersama teman-temannya.
Kebiasaan itu bahkan membuat orang tua sempat khawatir karena Ocha kerap terlihat berada di depan laptop untuk belajar. Namun bagi Andre, kebiasaan tersebut justru menunjukkan konsistensi karakter putrinya dalam mengejar pengetahuan.
Andre juga mengungkapkan bahwa minat akademik Ocha sudah terlihat sejak kecil. Ia menyebut Ocha dulu pernah bercita-cita menjadi dosen, sesuatu yang menurutnya memperlihatkan ketertarikan besar pada dunia pendidikan.
Nama Ocha sendiri ramai dibicarakan setelah aksinya menyampaikan protes dalam lomba tersebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet menilai siswi SMAN 1 Pontianak itu berani bersuara ketika merasa ada sesuatu yang tidak adil dalam jalannya kompetisi.
Sorotan publik akhirnya tidak hanya tertuju pada protesnya, tetapi juga pada karakter yang terlihat dari cara Ocha merespons situasi. Bagi banyak orang, sikap itu menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri yang jarang muncul dalam ajang pelajar yang penuh tekanan.
Pernyataan Andre kemudian mendapat respons positif dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai pandangan sang ayah ikut membentuk Ocha menjadi pribadi yang kritis dan berani menyampaikan pendapat.
Dalam suasana perdebatan yang belum reda, pesan Andre kembali menggarisbawahi hal yang dianggap paling penting dalam kompetisi. Bukan semata siapa yang menang, melainkan bagaimana pertandingan dijalankan dengan adil dan tetap menjunjung proses.
Source: www.viva.co.id






