Android 17 Siapkan Gamepad Virtual di Ponsel Lipat, Jempol Tak Lagi Cepat Pegal

Author: Redaksi Android62

Android 17 tengah menyiapkan cara baru untuk membuat ponsel lipat lebih nyaman dipakai bermain game. Sistem operasi ini membagi layar bagian dalam menjadi dua, dengan game tampil di sisi atas dan kontrol virtual khusus di sisi bawah.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengatasi masalah ergonomi yang selama ini sering muncul pada perangkat lipat. Layar yang besar memang memberi pengalaman visual yang lebih luas, tetapi bentuk panel yang lebar membuat jempol kerap sulit menjangkau tombol sentuh tanpa membuat tangan cepat lelah.

Kontrol Game Seperti Konsol

Google menanamkan gamepad virtual langsung di level sistem melalui Android Open Source Project. Artinya, kontrol ini tidak hanya bergantung pada aplikasi pihak ketiga atau tata letak khusus yang dibuat terpisah oleh pengembang game.

Dalam mode ini, layar dibagi dengan komposisi 50:50. Bagian atas dipakai penuh untuk menampilkan permainan, sedangkan bagian bawah menjadi area kendali yang tidak menutupi aksi di layar utama.

Perangkat lunak ini juga meniru input seperti pengendali konsol. Tersedia dua thumbstick, D-pad, tombol A, B, X, dan Y, tombol Start, serta tiga lapis tombol bahu L1/L2/L3 dan R1/R2/R3.

Dengan pendekatan sistem seperti ini, game yang sudah mendukung controller standar dapat mengenali mode tersebut secara native. Perangkat akan terbaca seolah-olah tersambung controller fisik, bukan sekadar input sentuh biasa.

Lebih Fleksibel untuk Berbagai Gaya Main

Google memberi ruang kustomisasi agar tata letak tidak terasa kaku. Melalui ikon game controller pada overlay, pengguna bisa menyesuaikan posisi dan tampilan kontrol sesuai ukuran tangan dan kebiasaan bermain.

Jika pengaturan bawaan “Twin stick, Inline” terasa terlalu rapat, tersedia opsi “Twin stick, Staggered”. Mode ini memungkinkan penyesuaian thumbstick kiri, D-pad, dan tombol bahu agar jangkauannya lebih nyaman.

Ukuran gamepad juga bisa dipilih dalam tiga kategori, yakni small, medium, dan large. Selain itu, pengguna dapat mengganti tema visual ke mode terang atau gelap sesuai preferensi.

Opsi Kustomisasi Fungsi
Twin stick, Inline Susunan bawaan yang lebih rapat
Twin stick, Staggered Penataan ulang agar jangkauan lebih nyaman
Small, medium, large Pengaturan ukuran gamepad virtual
Tema terang atau gelap Pengaturan tampilan visual

Fitur haptic feedback juga disiapkan untuk memberi sensasi getaran saat tombol virtual ditekan. Efek ini dirancang agar tekanannya terasa lebih mirip tombol fisik.

Mode ini tidak dipaksakan untuk semua game. Pada judul yang memang lebih cocok dimainkan dengan layar penuh dan kontrol sentuh, gamepad dapat diminimalkan lewat tombol “Hide Gamepad” atau dimatikan sepenuhnya dari pengaturan sistem.

Saat Controller Asli Terhubung, Sistem Menyesuaikan

Android 17 juga dibuat untuk menyesuaikan diri ketika controller sungguhan dipakai. Begitu pengendali fisik disambungkan lewat Bluetooth atau USB-C, gamepad virtual akan otomatis menyingkir agar tidak mengganggu permainan.

Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih luas bagi pengguna ponsel lipat. Mereka bisa beralih dari kontrol virtual ke controller fisik tanpa harus mengatur ulang sistem secara manual.

Google memperlihatkan pratinjau lengkap mode gaming foldable Android 17 melalui Mishaal Rahman, Android Community Engagement Manager, di Reddit. Sebelumnya, pengumuman awal fitur ini sudah sempat muncul pada 16 Juni, tetapi implementasinya kini terlihat lebih jelas.

Karena dibangun di level platform dan menjadi bagian dari AOSP, pabrikan perangkat nantinya bisa mengambil kode dasarnya lalu menyesuaikannya dengan dimensi ponsel lipat masing-masing. Mode gaming foldable ini disebut berpotensi hadir lebih luas dalam beberapa bulan ke depan bersama rilis final Android 17.

Source: www.androidauthority.com
Berita Terbaru