Samsung dikabarkan sedang menyiapkan Galaxy Book dengan Android 17 dan One UI 9, langkah yang bisa mengubah arah lini laptop Galaxy Book secara cukup besar. Jika rencana ini berjalan, nama yang selama ini lekat dengan Windows akan masuk ke jalur baru dan menandai bahwa Android mulai diperlakukan sebagai fondasi serius untuk perangkat layar besar.
Perubahan itu menjadi menarik karena Android 17 disebut akan membawa mode desktop bawaan yang lebih matang. Pengalaman tersebut digadang-gadang akan terasa lebih dekat ke penggunaan komputer tradisional, sekaligus mengingatkan pada pendekatan DeX yang selama ini hadir di ponsel flagship Samsung.
Galaxy Book masuk jalur baru
Menurut SamMobile, Samsung tidak hanya menyiapkan satu perangkat percobaan. Perusahaan disebut sedang membangun lini Galaxy Book berbasis Android yang lengkap, dengan pilihan model budget, kelas menengah, hingga high-end.
Model tertingginya dikabarkan akan hadir dengan desain ramping. Walau detail spesifiknya belum dibuka, arah pengembangan ini menunjukkan Samsung ingin membentuk kategori baru di dalam keluarga Galaxy Book yang selama ini sudah dikenal lewat perangkat Windows.
Perubahan branding juga menjadi poin penting. Selama ini, nama Galaxy Book identik dengan laptop Windows, sedangkan perangkat ChromeOS memakai nama Galaxy Chromebook.
Masuknya Android ke merek Galaxy Book akan menggeser identitas produk Samsung secara nyata. Langkah ini juga memberi sinyal bahwa Android tidak lagi dilihat hanya sebagai sistem untuk ponsel dan tablet, melainkan juga kandidat serius untuk laptop.
Android 17 jadi tumpuan utama
Daya tarik terbesar dari kabar ini tetap berada pada Android 17. Sistem operasi tersebut disebut akan menghadirkan mode desktop native yang lebih matang, sehingga pengalaman di layar lebar bisa terasa lebih siap untuk kebutuhan kerja.
Google juga dilaporkan menambahkan multitasking berbasis bubble. Fitur ini ditujukan agar pengguna bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih praktis, sesuatu yang penting bila Android ingin nyaman dipakai di laptop.
Kombinasi dua kemampuan itu memberi konteks kuat pada rencana Samsung. Galaxy Book berbasis Android berpotensi menjadi panggung penting untuk memperlihatkan seberapa jauh desktop Android 17 bisa bekerja di perangkat komersial.
Kehadiran One UI 9 ikut menambah perhatian. Samsung selama ini dikenal aktif menyesuaikan Android untuk berbagai ukuran layar, sehingga adaptasi One UI 9 untuk laptop dengan keyboard dan mouse akan menjadi bagian yang dinanti.
AI dan prosesor masih jadi tanda tanya
Lini laptop baru ini juga disebut akan membawa Galaxy AI. Jika benar terwujud, fitur tersebut akan memperluas kehadiran AI Samsung yang saat ini sudah ada di ponsel, tablet, dan jam tangan pintar.
Masuknya Galaxy AI ke laptop Android memberi nilai strategis tambahan bagi Samsung. Perusahaan bukan hanya menjual perangkat baru, tetapi juga berpotensi menyatukan pengalaman AI lintas lebih banyak perangkat Galaxy.
Sementara itu, urusan chipset belum mendapat konfirmasi resmi. Perangkat ini dikabarkan bisa memakai Snapdragon X Elite atau chip Exynos buatan Samsung sendiri.
Pilihan prosesor tentu akan memengaruhi posisi produk di pasar. Namun, aspek perangkat lunak tampaknya tetap menjadi penentu utama, karena Android masih harus membuktikan kenyamanan untuk kerja produktif di laptop.
Panggung besar untuk Samsung dan Google
Waktu kemunculan perangkat ini juga ikut diperhatikan. Google diperkirakan akan menonjolkan mode desktop baru Android 17 saat versi publik sistem operasi itu dirilis.
Karena Samsung dan Google punya hubungan yang cukup dekat, ada kemungkinan keduanya memamerkan Galaxy Book berbasis Android di I/O 2026. Skenario lain yang disebutkan adalah peluncuran di panggung Unpacked pada Juli.
Meski begitu, perangkat ini belum akan hadir dalam waktu dekat. Lini laptop tersebut masih berada dalam tahap pengembangan.
Kabar ini muncul di tengah upaya Google menggabungkan ChromeOS ke Android. Dalam situasi itu, Samsung berpeluang menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan Galaxy Book dengan sistem yang lahir dari arah pengembangan tersebut.
Jika semuanya bergerak sesuai rencana, Samsung bisa menempati posisi penting dalam transisi Android menuju perangkat komputasi yang lebih luas. Bagi Google, laptop bermerek Galaxy Book juga akan memberi sorotan besar pada ambisi desktop Android yang selama ini belum benar-benar menonjol.
Source: www.androidpolice.com






