Anthropic Ungkap Ribuan Akun Palsu Diduga Curi Jejak Claude, Akses Mythos dan Fable Ikut Dibatasi

Author: Redaksi Android62

Anthropic mengungkap dugaan operasi besar-besaran yang disebut melibatkan hampir 25.000 akun palsu untuk mengakses Claude secara ilegal. Aktivitas itu, menurut perusahaan, menghasilkan lebih dari 28,8 juta percakapan dan diduga terkait Alibaba.

Temuan tersebut muncul saat pembatasan akses ke model AI canggih Mythos dan Fable mendapat sorotan lebih luas. Bagi Anthropic, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran akses, melainkan bagian dari risiko yang lebih besar ketika kemampuan AI tingkat lanjut bisa ditiru lebih cepat melalui distilasi.

Surat Anthropic bertanggal 10 Juni dan ditujukan kepada Senator Tim Scott serta Elizabeth Warren, yang masing-masing memimpin dan menjadi anggota senior Komite Perbankan Senat AS. Dokumen itu dikirim menjelang sidang yang membahas kecerdasan buatan.

Dugaan operasi skala besar

Dalam surat tersebut, Anthropic menuduh Alibaba Group menjalankan operasi dalam skala besar untuk mengakses model Claude secara “illicitly”. Perusahaan juga menyebut aktivitas itu terjadi antara 22 April hingga 5 Juni 2026.

Anthropic menambahkan bahwa operator yang terlibat berafiliasi dengan Alibaba dan Alibaba Qwen, divisi riset AI milik perusahaan tersebut. Saat tuduhan ini mencuat, Alibaba belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Ketiadaan respons itu membuat klaim Anthropic belum mendapat bantahan langsung dari pihak yang disebut. Di sisi lain, hal tersebut juga membuat perhatian publik tertuju pada isi surat yang dikirim ke Senat AS itu.

Kenapa distilasi AI dipersoalkan

Inti dari kekhawatiran Anthropic berada pada praktik distilasi AI. Metode ini pada dasarnya melatih model yang lebih lemah dengan memanfaatkan jawaban dari model yang lebih canggih.

Dengan cara itu, pengembang bisa mempercepat pengembangan tanpa membangun sistem dari nol. Anthropic menilai kampanye yang dituduhkan tersebut bertujuan mempercepat kemampuan China agar mendekati performa model Mythos Preview.

Bagi Anthropic, pola semacam ini mengancam karena pesaing dapat meniru kemampuan AI canggih tanpa investasi riset dan pengembangan yang setara. Kekhawatiran itu pula yang membuat akses ke model seperti Mythos dan Fable menjadi isu sensitif.

Pokok Tuduhan Rincian
Akun palsu Hampir 25.000 akun
Percakapan dengan Claude Lebih dari 28,8 juta percakapan
Periode aktivitas 22 April hingga 5 Juni 2026
Pihak yang dituding Alibaba Group, termasuk afiliasi dengan Alibaba Qwen

Jika kemampuan mutakhir dapat direplikasi melalui distilasi dalam skala besar, jarak antara pengembang terdepan dan pesaing bisa menyusut lebih cepat. Itulah sebabnya pembatasan akses terhadap model AI paling maju kini dipandang sebagai bagian dari perlindungan strategis.

Pola tuduhan yang berulang

Ini bukan pertama kalinya Anthropic menyampaikan kekhawatiran serupa terhadap perusahaan AI asal China. Pada Februari, perusahaan mengatakan telah mengidentifikasi kampanye lain yang melibatkan startup DeepSeek serta dua laboratorium AI China lainnya.

Menurut Anthropic, kampanye yang dikaitkan dengan DeepSeek mencakup lebih dari 150.000 percakapan dengan Claude. Perusahaan juga menyebut Moonshot AI bertanggung jawab atas lebih dari 3,4 juta percakapan, sementara MiniMax menghasilkan lebih dari 13 juta percakapan.

Saat itu, Anthropic memperingatkan bahwa kampanye semacam ini meningkat dalam “intensity and sophistication”. Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa perusahaan melihat adanya pola yang terus berkembang, bukan insiden yang berdiri sendiri.

Karena itu, tuduhan terbaru terhadap Alibaba mendapat bobot lebih besar di Washington. Bagi pembuat kebijakan di AS, isu ini kini tampak berkaitan dengan tren yang lebih luas dalam perebutan teknologi AI canggih.

Washington makin waspada

Anthropic menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah AS untuk melawan aktivitas semacam itu. Perusahaan menekankan pentingnya berbagi intelijen ancaman dan kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan AI swasta.

Tingkat kewaspadaan Washington terhadap aliran teknologi AI canggih memang terus meningkat. Tuduhan ini muncul di tengah sikap AS yang makin berhati-hati terhadap akses perusahaan China ke sistem AI paling maju.

Alibaba sendiri bulan ini masuk daftar Pentagon yang berisi perusahaan China yang disebut terkait militer. Penetapan itu sedang digugat oleh Alibaba.

Pada saat yang sama, pendekatan pemerintah AS terhadap perusahaan AI China lain tidak selalu seragam. DeepSeek, misalnya, belum dimasukkan ke daftar hitam perdagangan AS meski dilaporkan dipandang sebagai risiko keamanan nasional oleh komite antarlembaga pemerintah.

Perbedaan perlakuan itu menunjukkan bahwa perdebatan di Washington masih terus bergerak. Namun satu hal tampak jelas, yakni model seperti Mythos dan Fable kini berada di pusat tarik-menarik antara inovasi, kontrol akses, dan kepentingan strategis negara.

Bagi Anthropic, persoalan ini menyangkut perlindungan atas hasil riset bertahun-tahun. Bagi pembuat kebijakan AS, kasus ini menegaskan bahwa persaingan AI dengan China sudah menyentuh wilayah yang jauh lebih sensitif daripada sekadar kompetisi bisnis.

Source: www.indiatoday.in
Berita Terbaru