Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan mulai kembali normal setelah Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi BBM dalam beberapa hari terakhir. Perbaikan ini menandai kelancaran pelayanan pengisian bahan bakar yang berangsur pulih di Medan dan wilayah sekitarnya.
Pemulihan pasokan ditopang pengoperasian Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam serta penguatan distribusi dari tiga terminal lain. Pertamina juga menambah mobil tangki melalui skema spot charter dan memperkuat kesiapan Awak Mobil Tangki atau AMT.
Pasokan Diperkuat dari Tiga Titik
Selain mengandalkan fasilitas di Medan, pasokan BBM dioptimalkan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. Skema tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan BBM bagi SPBU di Medan serta daerah di sekitarnya.
| Langkah Operasional | Pelaksanaan | Tujuan |
|---|---|---|
| Operasional terminal | Integrated Terminal Medan Group beroperasi 24 jam | Mempercepat penyaluran BBM |
| Penambahan armada | Mobil tangki melalui skema spot charter | Mendukung distribusi lebih cepat |
| Penguatan personel | Penambahan kesiapan AMT | Menjaga kelancaran pengiriman |
| Optimalisasi suplai | Kisaran, Siantar, dan Lhokseumawe | Memenuhi kebutuhan wilayah terdampak |
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyaluran BBM di Medan menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai normalisasi antrean merupakan hasil percepatan distribusi yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.
“Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fahrougi dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Stok SPBU Dipantau Secara Berkala
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tetap memantau stok dan penyaluran di seluruh SPBU. Bila kebutuhan pada suatu wilayah meningkat, penyesuaian pasokan dapat dilakukan melalui skema Reguler Alternatif Emergency atau RAE.
Skema RAE digunakan untuk menjaga kebutuhan masyarakat ketika terjadi kenaikan permintaan. Pemantauan operasional dan distribusi akan dilanjutkan hingga pelayanan kembali normal sepenuhnya.
Percepatan pengiriman BBM didukung sinergi dengan BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, dan mitra transportir. Keterlibatan pihak-pihak tersebut diarahkan agar penyaluran di lapangan berlangsung lebih efektif.
Perusahaan juga melakukan peninjauan operasional SPBU di Kota Binjai bersama Kepala BPH Migas. Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dan kelancaran pasokan berjalan di titik pengisian.
Kondisi antrean menjadi salah satu perhatian dalam proses pemulihan distribusi tersebut. Pertamina mengimbau konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan selama normalisasi berlangsung.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau hendak menyampaikan pengaduan layanan dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam.
Source: www.cnbcindonesia.com






