Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa harga RON 95 di Malaysia saat ini berada di RM1,99 per liter. Dalam penjelasannya di Dewan Rakyat, angka itu disebut lebih rendah dibanding harga BBM di Arab Saudi dan Qatar.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena datang dari negara produsen minyak yang selama ini identik dengan harga energi tinggi. Anwar menyebut kondisi itu sebagai fakta yang perlu diakui, sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan harga BBM di Malaysia masih sangat bergantung pada subsidi pemerintah.
Perbandingan Harga yang Disampaikan Anwar
Anwar menyebut harga BBM di Arab Saudi kini sudah berada di RM2,40 per liter. Ia juga menyampaikan bahwa Qatar ikut masuk dalam perbandingan, meski angka harga di negara itu tidak dirinci dalam penjelasannya.
| Negara | Harga yang Disebut | Keterangan |
|---|---|---|
| Malaysia | RM1,99 per liter | RON 95, disubsidi pemerintah |
| Arab Saudi | RM2,40 per liter | Harga yang disebut Anwar saat ini |
| Qatar | Tidak disebutkan angka | Dibandingkan sebagai negara produsen minyak |
Ia juga mengingat kembali masa ketika dirinya masih menuntut penurunan harga BBM sebelum menjadi perdana menteri. Saat itu, menurut Anwar, harga di Arab Saudi masih 50 sen per liter.
Subsidi Masih Menjadi Penopang Utama
Di hadapan anggota Dewan Rakyat, Anwar menekankan bahwa harga murah di Malaysia tidak terjadi begitu saja. Harga itu, menurut dia, tetap ditopang oleh subsidi pemerintah di tengah perubahan kondisi ekonomi yang membuat penyesuaian kebijakan menjadi sulit dihindari.
Ia juga menyinggung Uni Emirat Arab sebagai contoh lain negara produsen minyak dan gas besar yang menaikkan harga BBM dua bulan lalu. Penyebutan itu dipakai untuk menunjukkan bahwa dinamika harga energi di negara penghasil minyak pun sudah berubah.
Dalam penutup keterangannya, Anwar mengatakan bahwa janji lamanya soal harga BBM yang harus lebih rendah dari Arab Saudi telah ditunaikan. Ia mengaitkan hal itu dengan kebijakan harga yang berlaku saat ini dan perubahan situasi ekonomi yang membuat perbandingan lama tak lagi sama seperti dulu.
Source: www.cnnindonesia.com






