Aplikasi Besar Memblokir Agen AI, Ambisi Ponsel China Langsung Tersendat

Author: Redaksi Android62

Ambisi ponsel AI yang mampu menjalankan tugas lewat perintah suara langsung menghadapi ujian besar di China. Alibaba, Tencent, dan JD.com disebut membatasi akses sistem bawaan ponsel Doubao generasi pertama ke platform mereka.

Pembatasan tersebut membuat fungsi agen AI tidak dapat berjalan dalam sejumlah kondisi. Situasi ini menunjukkan bahwa kecanggihan model AI saja belum cukup untuk menjadikan ponsel sebagai asisten yang benar-benar bekerja bagi pengguna.

Akses Aplikasi Menjadi Titik Kritis

Agen AI dirancang untuk mengeksekusi tindakan tanpa pengguna mengatur setiap tahap secara manual. Dalam konsep ponsel agentik, pengguna cukup memberi instruksi suara untuk memesan makanan, mengirim pesan, membeli kebutuhan, atau mengatur perjalanan.

Namun, tugas-tugas itu bergantung pada akses ke layanan pembayaran, perdagangan elektronik, transportasi, dan komunikasi. Ketika pemilik platform membatasi akses, kemampuan agen AI otomatis menyusut.

ByteDance kemudian mematikan alat canggih pada situasi tertentu, termasuk saat pengguna melakukan transaksi. Langkah itu memperlihatkan betapa sensitifnya layanan digital terhadap sistem yang bertindak sebagai perantara antara aplikasi dan pengguna.

Wakil direktur riset IDC, Kiranjeet Kaur, menilai akses luas ke aplikasi milik perusahaan lain merupakan tantangan besar bagi perangkat agen AI. Menurutnya, berbagai platform ingin mempertahankan hubungan langsung dengan pengguna agar tidak kehilangan kendali kepada pihak lain.

Kaur juga menilai kemampuan agen belum selalu stabil untuk dipakai secara luas. “Menjadi agen adalah impian semua orang, tapi kita belum sampai di sana,” ujarnya.

Perangkat yang Diperkenalkan di Shanghai

Persaingan ponsel agentik mengemuka pada Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia atau WAIC di Shanghai pada 18-19 Juli. Setidaknya tiga perusahaan memamerkan perangkat dengan pendekatan berbeda untuk menjadikan AI sebagai pengelola tugas, bukan hanya chatbot.

Perusahaan Perangkat atau Sistem Fokus Utama
Nubia NaviX Ultra Agen AI berbasis Doubao untuk menjalankan beragam tugas
Honor Ponsel robot Kamera interaktif berlengan robot kecil dan agen AI
StepFun STEPX Neo Layanan perjalanan, belanja, produktivitas, dan edit video

Nubia meluncurkan NaviX Ultra yang didukung Doubao, chatbot AI populer China milik ByteDance. Nubia menyatakan, “Era baru ponsel dengan agen AI sudah dimulai,” ketika membagikan foto perangkat tersebut.

Sebelumnya, prototipe edisi terbatas bernama Doubao Phone disebut cepat habis terjual pada Desember. Meski demikian, kasus pembatasan akses memperlihatkan bahwa keberhasilan perangkat semacam ini tidak hanya ditentukan oleh minat pasar.

Nubia Memilih Pendekatan Kolaboratif

NaviX Ultra dilaporkan tidak berupaya memaksakan akses ke aplikasi pihak lain. Pendekatan ini lebih menekankan kolaborasi dengan aplikasi, setelah ponsel Doubao generasi pertama menghadapi pemblokiran karena akses tanpa izin.

Model kerja sama menjadi penting karena aplikasi besar memegang jalur transaksi dan hubungan langsung dengan pengguna. Tanpa persetujuan pemilik platform, agen AI berisiko hanya mampu menangani tugas terbatas di luar layanan penting sehari-hari.

StepFun mengambil jalur kemitraan sejak awal untuk STEPX Neo. Pemimpinnya, Yin Qi, menyebut perusahaan menjalin “kemitraan yang erat” dengan sejumlah platform besar China, termasuk Alipay dan layanan transportasi daring Didi.

Menurut Yin Qi dalam artikel bersponsor Xinhua, kemitraan itu memungkinkan dukungan untuk pemesanan perjalanan, pembelian sehari-hari, layanan lokal, produktivitas kantor, dan pengeditan video. Strategi tersebut berupaya mengurangi potensi benturan antara pembuat ponsel dan pemilik aplikasi.

Honor Menyiapkan Ponsel Robot

Honor memamerkan ponsel robot dengan kamera interaktif yang dapat terangkat menggunakan lengan robot kecil. Perangkat itu disebut mampu menginterpretasi gerakan manusia, mengikuti irama musik, serta mengambil swafoto dan merekam video dengan stabil.

Kepada AFP, Honor mengatakan agen AI yang menggunakan beberapa model AI akan disematkan ketika perangkat mulai dijual pada akhir 2026. Sebagian model AI tersebut dikembangkan bersama Alibaba.

Perlombaan serupa juga terjadi di luar China. Google memasukkan kemampuan AI untuk tugas seperti memesan pertemuan, sementara Brain Technologies dari Amerika Serikat mendemonstrasikan ponsel AI yang dapat mengirim pesan permintaan maaf melalui LINE dengan perintah audio.

Demonstrasi Brain Technologies masih beberapa kali gagal menjalankan permintaan. Analis Counterpoint Research, Marc Einstein, memperkirakan dalam lima hingga 10 tahun pengguna dapat berhenti memakai aplikasi ponsel seperti saat ini, tetapi belum ada pemenang pasti dalam persaingan tersebut.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru