Keamanan Selat Hormuz langsung menjadi salah satu agenda internasional pertama Andy Burnham setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris. Dalam komunikasi awal dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, keduanya membahas pembersihan ranjau di jalur pelayaran penting bagi kelancaran logistik global tersebut.
Pembicaraan ini menempatkan isu keamanan maritim di antara prioritas awal pemerintahan baru di London. Selat Hormuz juga dibicarakan bersama perdagangan, aliansi militer, dan potensi pengelolaan minyak di Laut Utara.
Dukungan Terbuka dari Trump
Trump menyampaikan dukungannya kepada Burnham melalui unggahan di Truth Social. Presiden AS itu menyatakan yakin Burnham mampu menghadapi tugas besar yang menantinya sebagai pemimpin baru Inggris.
“Perdana Menteri memiliki tugas besar di depan, tetapi saya yakin dia akan mampu menjalaninya. Dan tentu saja, Amerika Serikat akan selalu siap membantu!” tulis Trump. Pernyataan itu menunjukkan kesiapan Washington untuk melanjutkan sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan London.
Dalam unggahan yang sama, Trump menggambarkan percakapannya dengan Burnham berlangsung positif. Ia menulis bahwa komunikasi tersebut sangat menarik dan berjalan dengan sangat baik.
| Agenda Pembicaraan | Konteks |
|---|---|
| Pembersihan ranjau Selat Hormuz | Keamanan jalur pelayaran internasional |
| Minyak Laut Utara | Kepentingan energi kedua negara |
| Perdagangan | Kerja sama ekonomi Inggris dan AS |
| Aliansi militer | Hubungan pertahanan bilateral |
Keamanan Maritim dan Kepentingan Energi
Selat Hormuz menjadi perhatian karena perannya dalam jaringan pelayaran internasional dan logistik global. Pembahasan pembersihan ranjau memperlihatkan bahwa isu tersebut dipandang sebagai kepentingan strategis dalam hubungan Inggris dan Amerika Serikat.
Trump menyebut sejumlah topik yang dibicarakan, termasuk minyak Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, serta pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Rangkaian agenda itu mempertemukan isu keamanan dengan kepentingan ekonomi dan energi kedua negara.
Pembicaraan mengenai minyak Laut Utara juga memberi dimensi lain pada hubungan keduanya. Sebelumnya, Trump pernah mempertanyakan komitmen Burnham terhadap pengembangan pengeboran minyak di kawasan tersebut.
Perubahan Nada dalam Hubungan Keduanya
Kontak setelah pelantikan menandai perubahan sikap Trump terhadap politikus Partai Buruh itu. Trump sebelumnya sempat mengkritik Burnham sebagai sosok yang terlalu liberal.
Namun, dukungan terbuka dari Trump kini memberi konteks berbeda bagi hubungan kedua pemimpin. Percakapan mereka justru mencakup bidang-bidang yang membutuhkan koordinasi erat, mulai dari pertahanan hingga energi.
Burnham resmi dilantik pada Senin, 20 Juli 2026, untuk menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri. Pihak Kerajaan Inggris mengonfirmasi Raja Charles III telah memberi mandat kepada Burnham untuk membentuk pemerintahan baru.
Menurut pernyataan kerajaan yang dikutip The Guardian, Raja menerima audiensi Andrew Burnham dan memintanya membentuk pemerintahan baru. Selain menjadi kepala pemerintahan, Burnham juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Pertama.
Dengan pembahasan Selat Hormuz yang muncul sejak awal masa jabatan, pemerintahan Burnham segera dihadapkan pada agenda lintas kawasan. Hubungan dengan Amerika Serikat pun dimulai dengan pembicaraan yang mencakup keamanan pelayaran, perdagangan, pertahanan, dan energi.
