Aplikasi SPMB Sekolah Maung Dikeluhkan, DPRD Jabar Nilai Sistemnya Belum Matang

Author: Redaksi Android62

Komisi V DPRD Jawa Barat memastikan proses seleksi SPMB Sekolah Maung tetap dipantau ketat sampai tahap pengumuman hasil pada 8 Juni mendatang. Di tengah sorotan terhadap aplikasi yang disebut bermasalah, dewan juga akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaannya.

Pengawasan itu dilakukan karena gangguan teknis pada aplikasi pendaftaran dinilai sudah menghambat calon siswa. DPRD menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut jalur khusus yang mendapat perhatian publik.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, turun langsung meninjau pelaksanaan SPMB di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung pada Jumat (29/5/2026). Dari kunjungan itu, ia menerima banyak keluhan soal sulitnya mengakses aplikasi selama proses pendaftaran berlangsung.

Menurut Zaini, masalah utama berada pada aplikasi yang dipakai dalam seleksi. Ia menilai sistem tersebut disiapkan tergesa-gesa sehingga memunculkan kendala yang mengganggu pendaftaran calon siswa.

“Ini kan sistemnya di aplikasinya yang buatan tim dan dinas. Kominfo mungkin pada jaringan tidak ada kendala, hanya aplikasinya,” kata Zaini. Ia menegaskan gangguan yang muncul bukan berasal dari jaringan internet atau sistem komunikasi data milik Diskominfo.

Zaini juga menyebut kasus seperti ini bukan yang pertama terjadi dalam penerimaan siswa baru di Jawa Barat. Namun, ia menekankan bahwa kali ini sumber persoalan bukan server yang mati, melainkan aplikasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sorotan DPRD terhadap SPMB Sekolah Maung juga dipicu posisi program itu sebagai jalur prestisius. Program ini digadang-gadang menjadi pintu masuk bagi siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat untuk menembus sekolah unggulan.

Meski begitu, Zaini tetap mengapresiasi konsep Sekolah Maung. Ia menilai program ini memberi ruang kompetisi bagi siswa berprestasi untuk bisa masuk ke sekolah seperti SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

Yang menjadi catatan, menurut dia, pelaksanaannya terkesan terburu-buru. Karena itu, kesiapan sistem dinilai belum maksimal saat proses seleksi mulai berjalan.

Dalam waktu dekat, Komisi V DPRD Jawa Barat akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk membahas evaluasi pelaksanaan program tersebut. DPRD juga akan meminta dinas hadir langsung di lapangan agar kondisi yang terjadi bisa dilihat lebih dekat.

Pengawasan akan terus dilakukan bersama-sama hingga pengumuman hasil seleksi. Setelah verifikasi beberapa hari ke depan, pleno di sekolah dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni sebelum hasil diumumkan pada 8 Juni.

DPRD menekankan pengawalan ini juga penting agar tidak muncul dugaan kecurangan dalam proses seleksi. Setiap anggota Komisi V diminta ikut menyampaikan laporan dari kondisi di lapangan agar evaluasi berjalan lebih utuh.

Di tengah masalah aplikasi yang dikeluhkan peserta, seleksi Sekolah Maung tetap bergerak di bawah pengawasan legislatif daerah. Fokus utamanya kini bukan hanya memastikan proses berjalan, tetapi juga agar sistem yang dipakai benar-benar siap saat program unggulan itu kembali dijalankan.

Source: www.detik.com
Berita Terbaru