Apos Hutagaol Dituntut Lepas Logat Betawi, Peran Taulib di Ganteng-Ganteng Genteng Bikin Tantangan Baru

Author: Redaksi Android62

Apos Hutagaol langsung menghadapi tantangan besar saat debut akting lewat serial drama komedi Ganteng-Ganteng Genteng. Ia tidak sekadar tampil sebagai sosok yang sudah dikenal publik, tetapi harus membangun karakter baru yang jauh dari keseharian dan kebiasaan bicaranya sendiri.

Peran itu membuat Apos perlu menyesuaikan banyak hal agar tokoh Taulib terasa meyakinkan di layar. Dari logat bicara hingga gestur tubuh, semua harus dibuat selaras dengan karakter pria asal Majalengka yang digambarkan fasih berbahasa Sunda.

Harus keluar dari persona yang selama ini melekat

Apos dikenal publik lewat dialek Betawi yang kuat dan sudah lama menjadi ciri khasnya. Karena itu, akting pertamanya di Ganteng-Ganteng Genteng terasa sebagai lompatan yang cukup jauh, sebab ia harus meninggalkan persona yang akrab di mata penonton.

Dalam keterangannya saat peluncuran serial di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Apos menyebut bagian paling penting dari proses ini adalah berpindah dari logat Jakarta ke logat Sunda. Ia bahkan menyebut dirinya harus “nyunda” agar karakter Taulib benar-benar hidup.

Penyesuaian itu membuat debut aktingnya terasa lebih serius. Apos tidak hanya mengikuti alur komedi, tetapi juga dituntut memadukan ucapan, gerak, dan energi panggung supaya tokoh yang ia mainkan tidak terasa seperti tempelan.

Tampilan fisik ikut dirombak demi karakter Taulib

Perubahan tidak berhenti pada cara bicara. Apos juga menyesuaikan penampilan fisik untuk mendukung sosok Taulib yang digambarkan sebagai buruh pabrik genteng.

Ia mengatakan bahwa tubuhnya yang selama ini dikenal dengan penampilan “gemoy” perlu dibuat lebih proporsional agar cocok dengan pekerjaan tokoh tersebut. Penyesuaian visual ini menunjukkan bahwa serial tersebut memberi perhatian pada detail karakter, bukan hanya pada unsur humor.

Dengan pendekatan seperti itu, Taulib tidak tampil sebagai figur lucu semata. Karakter ini diberi bentuk yang lebih lengkap agar latar pekerjaannya tetap terasa masuk akal dalam cerita.

Hubungan Taulib dan Ella jadi pusat cerita

Di dalam alur serial, Taulib memiliki ketertarikan pada Ella, tokoh yang diperankan Jasmine Nadya. Apos menggambarkan hubungan keduanya dengan nada ringan, bahkan menyamakannya seperti Jack dan Rose versi lokal dari Jatiwangi.

Meski dikemas dalam nuansa komedi, relasi itu tetap menjadi salah satu penggerak penting cerita. Kehadiran Ella membuat Taulib punya ruang untuk menunjukkan sisi emosional, sehingga ia tidak berhenti sebagai karakter yang hanya memancing tawa.

Dinamika keduanya memberi warna tambahan pada serial, terutama karena relasi antartokoh dibangun sebagai bagian dari perkembangan cerita, bukan sekadar pelengkap.

Chemistry dengan lawan main juga menjadi tantangan

Proses membangun kedekatan dengan Jasmine Nadya tidak selalu berjalan mulus bagi Apos. Ia menilai lawan mainnya memiliki sifat yang sangat tertutup dalam kehidupan nyata, sehingga proses menjalin chemistry di depan kamera membutuhkan penyesuaian lebih.

Kondisi itu justru menambah dinamika selama syuting dan menjadi bagian dari tantangan yang harus dilewati bersama. Interaksi yang terasa alami di layar menjadi penting agar hubungan antarkarakter tetap mudah diterima penonton.

Didukung jajaran pemain dan sutradara

Ganteng-Ganteng Genteng disutradarai Jay Sukmo dan terdiri dari 7 episode. Serial ini juga menghadirkan Antonio Blanco Jr, Rafly Altama, Zsa Zsa Utari, Dian Sidik, dan Joe P Project.

Kehadiran pemain senior seperti Joe P Project dan Dian Sidik ikut membantu menjaga nuansa komedi di dalam serial. Kombinasi pemain lintas generasi memberi warna tersendiri bagi produksi yang tayang setiap Jumat di Vidio mulai 24 April 2026.

Lewat proyek ini, Apos punya kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan aktingnya sekaligus mempertahankan ciri komedi yang selama ini melekat pada dirinya. Taulib pun diharapkan tidak sekadar menjadi tokoh pendukung, tetapi ikut memberi pengaruh penting dalam jalannya cerita.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru