Apple Cari Pemasok Baru di Tengah Krisis Memori, CXMT China Jadi Opsi Berisiko

Author: Redaksi Android62

Apple disebut tengah mempertimbangkan jalan yang tidak biasa untuk meredam krisis pasokan memori, yakni meminta izin kepada pemerintahan Trump agar bisa membeli chip dari CXMT. Produsen chip asal China itu masuk daftar 1260H Pentagon, sehingga langkah Apple langsung bersentuhan dengan isu politik dan keamanan nasional.

Pilihan tersebut muncul ketika harga memori sedang menanjak tajam dan rantai pasok untuk elektronik konsumen makin ketat. Dalam kondisi itu, Apple dinilai membutuhkan sumber tambahan agar tidak terlalu bergantung pada tiga pemasok utamanya selama ini.

Tekanan pasokan mendorong Apple mencari alternatif

Saat ini, Apple membeli memori dari Micron, Samsung, dan SK Hynix. Namun, ketiga pemasok itu juga ikut terdorong oleh lonjakan permintaan dari pusat data AI yang menyerap pasokan dalam jumlah besar.

Counterpoint Research mencatat harga memori telah naik empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Kenaikan seperti ini membuat ruang gerak Apple semakin sempit, terutama ketika perusahaan juga harus menjaga ketersediaan komponen untuk lini produknya.

Pemasok Posisi Saat Ini Keterangan
Micron Pemasok Apple Ikut terdampak permintaan besar dari pusat data AI
Samsung Pemasok Apple Ikut terdampak permintaan besar dari pusat data AI
SK Hynix Pemasok Apple Ikut terdampak permintaan besar dari pusat data AI
CXMT Calon pemasok baru Masuk daftar 1260H Pentagon

Menurut laporan Financial Times, pembahasan awal soal izin itu dilakukan Apple dengan Departemen Perdagangan sekitar sebulan lalu. Jika terealisasi, CXMT akan menjadi pemasok keempat Apple dan membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada pasar yang tengah mengetat.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya sudah menyebut keterbatasan memori kemungkinan akan bertahan beberapa bulan lagi. Masalah itu juga disebut akan diwariskan kepada CEO berikutnya, John Ternus, yang dijadwalkan mengambil alih pada 1 September.

Risiko politik belum hilang

Meski secara teknis Apple tidak dilarang membeli dari CXMT, risikonya tetap besar. Pembatasan 1260H berlaku untuk Departemen Pertahanan, bukan langsung untuk perusahaan swasta, tetapi langkah tanpa persetujuan pemerintah bisa memengaruhi hubungan kontrak federal Apple.

Kongres juga memberi sinyal penolakan. John Moolenaar, yang memimpin upaya Kongres untuk menyelidiki pengaruh geopolitik China, mengatakan kepada Financial Times bahwa rencana itu akan menjadi kesalahan besar.

CXMT menjadi opsi yang sensitif karena statusnya dalam daftar Pentagon yang mengaitkan perusahaan itu dengan Tentara Pembebasan Rakyat. Karena itu, keputusan Apple tidak hanya soal pasokan, tetapi juga soal konsekuensi geopolitik yang dapat meluas ke Washington.

Tekanan biaya Apple makin terasa

Kabar mengenai CXMT muncul hanya dua hari setelah Apple menaikkan harga di lini Mac dan iPad, dalam kenaikan harga paling luas di era modern perusahaan itu. MacBook Neo naik dari $599 menjadi $699, sementara MacBook Air 13 inci naik dari $1.099 menjadi $1.299.

Harga iPad Pro juga naik $200, dan analis Evercore Amit Daryanani menilai kenaikan itu setara sekitar 17% hingga 25% pada konfigurasi dasar. Setelah pengumuman tersebut, saham Apple turun 6,1% pada hari yang sama dan menghapus sekitar $265 miliar dari nilai pasar perusahaan.

Apple belum memberikan komentar atas laporan mengenai CXMT. Pemerintahan Trump juga belum menyatakan apakah permintaan itu akan disetujui, sehingga arah kebijakan berikutnya masih menjadi pertanyaan besar bagi strategi pasokan Apple.

Source: www.notebookcheck.net
Berita Terbaru