Apple Mulai Suksesi Puncak, John Ternus Disebut Siap Gantikan Tim Cook Sebagai CEO

Apple mulai menyiapkan pergantian pucuk pimpinan besar yang akan menempatkan John Ternus sebagai CEO berikutnya. Pada saat yang sama, Tim Cook akan bergeser ke posisi executive chairman, sementara Arthur Levinson juga akan pindah dari kursi non-executive chairman ke lead independent director.

Keputusan itu sudah disetujui secara bulat oleh dewan direksi setelah melalui proses suksesi yang dirancang jauh hari. Apple menegaskan transisi ini dibuat agar berjalan mulus dan menjaga stabilitas operasi, strategi produk, serta arah bisnis perusahaan.

Langkah tersebut akan efektif pada 1 September 2026. Sampai musim panas, Cook masih akan tetap menjabat sebagai CEO untuk memastikan proses serah terima berlangsung rapi sebelum Ternus mengambil alih peran paling tinggi di perusahaan.

Suksesi yang disiapkan tanpa kejutan

Apple menekankan bahwa pergantian ini bukan keputusan mendadak. Perusahaan menyebutnya sebagai hasil perencanaan suksesi jangka panjang yang memungkinkan kesinambungan kepemimpinan tetap terjaga.

Dalam perubahan struktur ini, Ternus juga akan masuk ke jajaran dewan direksi. Di sisi lain, Levinson akan mengakhiri masa 15 tahun sebagai non-executive chairman dan menjalani peran baru sebagai lead independent director pada tanggal yang sama.

Susunan itu menunjukkan Apple ingin mempertahankan disiplin eksekusi yang selama ini menjadi ciri khasnya. Di saat bersamaan, perusahaan juga membuka ruang bagi generasi pimpinan berikutnya untuk mengambil alih kendali.

Jejak panjang Tim Cook di Apple

Cook bergabung dengan Apple pada 1998 dan kemudian naik menjadi CEO pada 2011. Selama memimpin, ia membawa perusahaan melahirkan sejumlah kategori dan layanan penting, termasuk Apple Watch, AirPods, Apple Vision Pro, iCloud, Apple Pay, Apple TV, dan Apple Music.

Di bawah kepemimpinannya, nilai pasar Apple tumbuh dari sekitar 350 miliar dolar AS menjadi 4 triliun dolar AS. Pendapatan tahunan perusahaan juga naik hampir empat kali lipat, dari 108 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2025.

Perluasan bisnis Apple juga terlihat dari jangkauan operasionalnya. Perusahaan kini hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah, serta mengoperasikan lebih dari 500 gerai ritel di berbagai pasar global.

Fokus yang dibangun selama era Cook

Salah satu dorongan utama Cook ada pada Apple Services, yang berkembang menjadi bisnis bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Skala itu membuat divisi layanan Apple berada di level yang setara dengan perusahaan Fortune 40.

Cook juga mendorong pertumbuhan kategori wearables, terutama jam tangan dan headphone yang kini menjadi bagian besar dari lini produk Apple. Di sisi teknologi inti, ia memimpin transisi ke Apple-designed silicon yang memberi perusahaan kontrol lebih besar atas perangkat keras sekaligus membantu efisiensi daya dan performa antardevice.

Apple turut menyoroti capaian keberlanjutan selama era Cook. Perusahaan menyebut jejak karbonnya turun lebih dari 60 persen dibanding level 2015, meski pendapatan hampir dua kali lipat pada periode yang sama.

Ternus, figur teknis yang dipilih meneruskan tongkat estafet

Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 lewat tim desain produk. Ia kemudian diangkat menjadi vice president Hardware Engineering pada 2013 dan naik lagi menjadi senior vice president Hardware Engineering pada 2021.

Di bawah tanggung jawabnya, Ternus memimpin rekayasa perangkat keras untuk banyak produk lintas kategori. Apple menyebut ia berperan penting dalam peluncuran iPad dan AirPods, serta dalam pengembangan berbagai generasi iPhone, Mac, dan Apple Watch.

Perusahaan juga menempatkannya sebagai sosok penting dalam penguatan lini Mac. Apple menyatakan Mac kini lebih kuat dan lebih populer secara global dibandingkan periode mana pun dalam 40 tahun sejarahnya.

Rekam inovasi yang melekat pada Ternus

Apple menilai Ternus membawa perhatian besar pada keandalan, ketahanan, dan efisiensi desain perangkat keras. Ia juga disebut ikut mendorong teknik baru yang membuat produk lebih tangguh.

Beberapa contoh yang disorot perusahaan mencakup penggunaan komponen aluminium daur ulang baru di sejumlah lini produk, titanium cetak 3-D di Apple Watch Ultra 3, serta peningkatan kemampuan reparasi. Langkah-langkah itu disebut membantu memperpanjang usia pakai produk Apple.

Ternus juga memimpin pengembangan AirPods agar menjadi headphone in-ear terbaik di kelasnya dengan active noise cancellation yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam pengembangan itu, AirPods juga diarahkan menjadi sistem kesehatan pendengaran terpadu dan dapat berfungsi sebagai alat bantu dengar nonresep.

Pernyataan dari para petinggi Apple

Cook menyebut jabatan CEO Apple sebagai “privilege terbesar dalam hidupnya” dan mengatakan dirinya sangat mencintai perusahaan tersebut. Ia juga memuji Ternus sebagai sosok dengan “mind of an engineer, the soul of an innovator, and the heart to lead with integrity and with honor.”

Ternus mengatakan dirinya sangat bersyukur atas kesempatan untuk meneruskan misi Apple. Ia menambahkan bahwa menjadi bagian dari perusahaan yang ikut membentuk banyak perubahan dalam cara manusia berinteraksi dengan dunia dan satu sama lain adalah sebuah kehormatan.

Levinson pun memberi penilaian serupa. Ia menyebut kepemimpinan Cook telah mengubah Apple menjadi perusahaan terbaik di dunia, sekaligus menilai Ternus sebagai pilihan yang tepat karena pemahaman teknisnya yang dalam dan fokusnya pada produk.

Dengan perpindahan peran ini, Apple memasuki tahap baru yang tetap bertumpu pada rekayasa perangkat keras, kesinambungan inovasi, dan strategi produk sebagai fondasi utama. Pergantian dari Cook ke Ternus menjadi tanda bahwa perusahaan ingin menjaga arah besar yang selama ini dibangun sambil memberi ruang pada kepemimpinan baru.

Source: www.apple.com

Berita Terkait