Baru Dilantik Memimpin BGN, Nanik S Deyang Mundur dengan Alasan Kesehatan

Nanik S Deyang memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional dengan alasan kesehatan. Keputusan itu datang tidak lama setelah ia dilantik untuk menggantikan Dadan Hindayana.

Pengunduran diri tersebut menutup singkat masa tugas Nanik di pucuk lembaga yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Sebelum menjadi kepala, ia lebih dahulu menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada September 2025.

Nanik dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Senin, 8 Juni 2026. Penunjukan itu berlangsung setelah Dadan Hindayana terjerat kasus dugaan korupsi.

Posisi Kepala BGN menempatkan Nanik pada jabatan tertinggi di lembaga tersebut. Dalam tugas sebelumnya, ia juga terlibat menyampaikan informasi program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat dalam kegiatan lapangan.

Lintasan Jabatan di Pemerintahan dan BUMN

Perjalanan Nanik di lingkungan pemerintahan pusat berlangsung setelah Prabowo Subianto dinyatakan menang dalam Pemilihan Presiden 2024. Ia diketahui menjadi salah satu pendukung Prabowo sejak 2019.

Riwayat penugasannya mencakup lembaga percepatan pengentasan kemiskinan, BGN, serta PT Pertamina. Berikut sejumlah jabatan yang pernah diemban Nanik sebelum dan saat memimpin BGN.

JabatanPeriode
Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan KemiskinanOktober 2024–September 2025
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero)Juni 2025
Wakil Kepala Badan Gizi NasionalSeptember 2025
Kepala Badan Gizi NasionalDilantik Senin, 8 Juni 2026

Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sejak Oktober 2024 hingga September 2025. Ia juga tercatat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025.

Rangkaian jabatan itu memperlihatkan perpindahan peran Nanik dari lembaga percepatan pengentasan kemiskinan ke bidang gizi nasional. Pengunduran dirinya kemudian menghentikan masa tugasnya sebagai kepala lembaga tersebut.

Latar Pendidikan Ilmu Hayati

Nanik memiliki nama lengkap Nanik Sudaryati Deyang dan lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Latar akademiknya berada dalam rumpun ilmu hayati dan kehutanan.

Profil resmi BGN yang dikutip Kompas.com menyebut Nanik menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Pendidikan itu menjadi dasar akademiknya sebelum berkiprah dalam sejumlah bidang pekerjaan.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Nanik melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada. Ia mengambil program Magister Ilmu Kehutanan.

Jejak pendidikan tersebut menunjukkan bahwa jalur awal Nanik tidak hanya terkait birokrasi dan politik. Bidang biologi serta kehutanan membentuk fondasi studinya sebelum ia dikenal melalui dunia media dan jabatan publik.

Pengalaman Panjang di Dunia Media

Sebelum masuk ke jabatan publik, Nanik pernah berprofesi sebagai wartawan. Ia juga disebut pernah menduduki posisi tinggi di sejumlah media cetak Indonesia.

Pengalaman di media membentuk kompetensinya dalam komunikasi publik, investigasi, dan tata kelola organisasi. Latar itu turut mendukung perannya ketika menyampaikan penjelasan mengenai program Makan Bergizi Gratis.

Program tersebut merupakan salah satu agenda yang berkaitan dengan tugas BGN. Dalam berbagai kegiatan lapangan, Nanik tampil untuk memberikan informasi program kepada publik.

Perjalanan dari pendidikan biologi, karier jurnalistik, politik, hingga birokrasi pusat membentuk rekam jejak Nanik sebelum memimpin BGN. Namun, masa tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional berakhir melalui pengunduran diri dengan alasan kesehatan.

Berita Terkait