Apple Pay masih belum juga mendapat kepastian untuk meluncur di India karena satu hal yang tampak kecil di atas kertas, tetapi besar dalam praktiknya: selisih komisi 5 basis poin. Apple disebut meminta 20 basis poin untuk transaksi lewat layanannya, sementara bank-bank lokal baru bersedia di angka 15 basis poin.
Perbedaan itu membuat negosiasi berjalan buntu dan jadwal peluncuran ikut tertahan. Bagi pengguna iPhone di India, artinya opsi pembayaran nirkontak bawaan Apple masih belum akan hadir dalam waktu dekat.
Negosiasi yang belum menemukan titik tengah
Masalah utama ada pada pembagian biaya antara Apple dan institusi keuangan di India. Angka 20 basis poin yang diminta Apple dipandang terlalu tinggi oleh bank lokal, terutama di pasar yang margin bisnisnya ketat.
Bank-bank di India disebut enggan melonggarkan posisi karena harus menjaga pendapatan di tengah persaingan pembayaran digital yang sangat agresif. Dalam kondisi seperti itu, tambahan lima basis poin saja sudah cukup untuk mengunci pembahasan.
Selama belum ada kesepakatan, Apple Pay tetap berada dalam status menunggu. Situasi ini membuat peluncuran layanan pembayaran Apple di India belum bisa dipastikan waktunya.
Pasar India tidak mudah untuk skema komisi Apple
India punya ekosistem pembayaran digital yang berbeda dari banyak pasar lain. UPI sudah sangat dominan untuk transaksi harian dan dikenal membuat banyak pembayaran terasa murah, bahkan gratis bagi pengguna.
Kondisi tersebut ikut membentuk sikap bank-bank lokal saat berhadapan dengan permintaan Apple. Mereka harus berhitung lebih ketat terhadap biaya dan pendapatan, sehingga komisi yang diminta Apple tidak mudah diterima.
Karena itu, pendekatan Apple yang mungkin berhasil di negara lain belum tentu cocok diterapkan begitu saja di India. Persoalannya bukan hanya soal teknologi pembayaran, tetapi juga kesesuaian dengan struktur pasar lokal.
Dampaknya langsung terasa bagi pengguna iPhone
Selama Apple Pay belum hadir, pengguna iPhone di India masih mengandalkan aplikasi pembayaran lokal. Untuk kebutuhan harian, ekosistem UPI tetap menjadi pilihan utama yang paling dominan.
Bagi konsumen, ini berarti tidak ada perubahan besar dalam cara mereka bertransaksi dalam waktu dekat. Opsi pembayaran nirkontak bawaan Apple masih tertahan, sementara metode lokal tetap memegang peran utama.
Ketidakpastian ini juga terlihat mencolok karena India merupakan pasar penting bagi Apple. Perusahaan itu sudah berinvestasi besar dalam produksi perangkat secara lokal, tetapi layanan pembayarannya masih belum masuk.
Prioritas Apple di India ikut dipertanyakan
Kebuntuan negosiasi ini memunculkan tanda tanya soal seberapa besar prioritas Apple Pay di India. Hingga kini, belum terlihat adanya kompromi yang cukup kuat untuk mempercepat peluncuran.
Sejumlah pengamatan menilai Apple perlu menawarkan titik tengah yang lebih realistis agar layanan itu bisa segera masuk ke pasar pembayaran digital India. Namun, posisi negosiasi yang muncul justru masih terkesan kaku.
Laporan yang beredar menyebut proses ini masih bisa memakan waktu beberapa bulan lagi. Selama komisi 20 basis poin dan 15 basis poin belum dipertemukan, Apple Pay masih akan tertahan di luar pasar India.
