Presiden LaLiga Javier Tebas melontarkan peringatan keras terhadap kemungkinan perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 peserta. Ia menilai kebijakan FIFA itu dapat merusak industri sepakbola yang bergantung pada keberlangsungan kompetisi domestik sepanjang musim.
Kritik Tebas menyoroti ketimpangan antara besarnya agenda turnamen internasional dan perlindungan terhadap liga nasional. Menurutnya, sepakbola tidak dapat hanya disusun untuk melayani satu ajang besar yang berlangsung dalam waktu terbatas.
“Mereka menghancurkan industri sepak bola, yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, untuk sebuah ajang yang berlangsung selama 40 hari dan melibatkan minoritas pemain,” kata Tebas, dikutip dari Guardian. Ia menegaskan kebutuhan akan lebih sedikit tim nasional serta perlindungan lebih besar bagi sepakbola nasional di semua tingkatan.
Ligа domestik jadi perhatian utama
Bagi Tebas, Piala Dunia tetap merupakan kompetisi terpenting dalam sepakbola. Namun, status tersebut tidak boleh membuat agenda kompetisi nasional dan kondisi pemain terabaikan.
Liga domestik menopang aktivitas ekonomi serta lapangan kerja bagi banyak pihak dalam industri sepakbola. Karena itu, ia memandang pengaturan kalender harus mempertimbangkan kepentingan kompetisi yang berlangsung rutin, bukan semata memperbesar skala turnamen internasional.
“Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan ajang terpenting. Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional yang mendukung olahraga ini,” ujar Tebas.
Dari 32 ke 48, lalu berpotensi 64 peserta
Piala Dunia 2026 akan menggunakan format 48 tim, meningkat dari format 32 peserta pada edisi-edisi sebelumnya. Setelah perubahan itu, FIFA disebut sedang mempertimbangkan format 64 negara untuk Piala Dunia 2030, sebagaimana dilaporkan sport.detik.com.
Wacana tersebut memicu kekhawatiran mengenai agenda sepakbola internasional yang semakin padat. Tebas mempertanyakan arah kebijakan FIFA apabila ekspansi dilakukan tanpa jaminan perlindungan yang lebih kuat bagi kompetisi domestik.
Format tuan rumah lintas benua
Edisi 2030 sudah direncanakan memiliki susunan tuan rumah yang berbeda dari Piala Dunia sebelumnya. Maroko, Portugal, dan Spanyol akan menjadi tuan rumah utama, sedangkan laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Argentina, Paraguay, dan Uruguay untuk memperingati 100 tahun Piala Dunia.
| Negara | Peran | Keterangan |
|---|---|---|
| Maroko | Tuan rumah utama | Menggelar turnamen bersama Portugal dan Spanyol |
| Portugal | Tuan rumah utama | Menggelar turnamen bersama Maroko dan Spanyol |
| Spanyol | Tuan rumah utama | Menggelar turnamen bersama Maroko dan Portugal |
| Argentina | Laga pembuka | Bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia |
| Paraguay | Laga pembuka | Bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia |
| Uruguay | Laga pembuka | Bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia |
Tebas tidak secara khusus mengomentari pembagian tuan rumah lintas benua tersebut. Meski demikian, penolakannya terhadap format 64 tim memperlihatkan kekhawatiran bahwa ambisi memperbesar turnamen dapat menambah tekanan terhadap kalender sepakbola.
Perdebatan mengenai Piala Dunia 2030 pada akhirnya bukan hanya soal jumlah negara peserta. Tebas menilai FIFA perlu menjaga keseimbangan antara ambisi kompetisi global dan keberlanjutan ekosistem sepakbola nasional.
