Apple Pimpin Pasar Smartphone Global, Samsung Tersingkir Tipis di Awal 2026

Author: Redaksi Android62

Apple sukses mengambil alih posisi teratas pasar smartphone global pada kuartal pertama, saat total pengiriman ponsel di seluruh dunia justru turun 6 persen secara tahunan. Dalam laporan Counterpoint Research, Apple mencatat pangsa pasar 21 persen dan unggul tipis dari Samsung yang berada di posisi kedua dengan 20 persen.

Capaian itu menjadi perhatian karena kuartal pertama biasanya bukan periode terkuat bagi Apple. Namun, kondisi pasar yang melemah justru membuka ruang bagi perusahaan asal Cupertino itu untuk memperlebar jarak dengan pesaing utamanya.

Apple manfaatkan pasar yang lesu

Counterpoint mencatat pengiriman Apple naik 5 persen secara tahunan pada periode tersebut. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat terhadap lini iPhone masih kuat, meskipun daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih.

Laporan itu juga menilai pencapaian Apple sebagai tonggak baru. Untuk pertama kalinya, perusahaan tersebut memimpin pasar smartphone global pada awal tahun, ketika industri sedang berada dalam tekanan.

Samsung tetap dekat, tetapi ikut melambat

Di sisi lain, Samsung masih berada sangat dekat di belakang Apple. Namun, pengirimannya juga turun 6 persen secara tahunan, sejalan dengan pelemahan pasar secara keseluruhan.

Kondisi itu membuat ruang untuk mempertahankan posisi puncak menjadi lebih sempit. Persaingan antara dua pemain terbesar di pasar smartphone pun berlangsung ketat meski pasar tengah tidak bergerak positif.

Merek China masih bertahan, beberapa merek lain tumbuh cepat

Di jajaran lima besar, Xiaomi, Oppo, dan Vivo masih tetap bertahan. Meski begitu, Counterpoint menyebut pertumbuhan ketiganya cenderung stagnan karena permintaan konsumen belum benar-benar pulih.

Sementara itu, merek di luar lima besar justru mencuri perhatian. Google mencatat pertumbuhan 14 persen secara tahunan, sedangkan Nothing melonjak 25 persen, memperlihatkan bahwa pasar masih memberi ruang bagi merek yang mampu menarik perhatian di segmen tertentu.

Dorongan iPhone 17 dan strategi tukar tambah

Counterpoint menyoroti bahwa performa Apple juga ditopang oleh tingginya permintaan terhadap lini iPhone 17. Respons pasar terlihat kuat di beberapa wilayah utama Asia-Pasifik dan ikut membantu meningkatkan pengiriman Apple pada kuartal pertama.

Selain itu, program tukar tambah yang agresif turut menjadi pendorong. Strategi tersebut menjaga minat beli konsumen, terutama di tengah kecenderungan pasar yang masih mengarah ke smartphone premium.

Apple juga disebut terus mendominasi segmen 5G dengan pangsa yang lebih tinggi dibanding para pesaing terdekatnya. Posisi itu memperkuat daya saing Apple ketika konsumen makin selektif memilih perangkat yang dianggap punya nilai jangka panjang.

Tekanan biaya ikut membayangi industri

Di balik perubahan peta persaingan, pasar smartphone global masih menghadapi tekanan dari sisi biaya komponen, terutama memori. Counterpoint menyoroti krisis RAM global sebagai salah satu faktor yang menekan rantai pasok dan menambah beban biaya produsen.

Situasinya makin rumit karena sebagian pasokan semikonduktor disebut bergeser ke perangkat berbasis AI. Pergeseran tersebut membuat produsen ponsel menghadapi tekanan tambahan, sementara volume pengiriman belum menunjukkan pemulihan yang kuat dalam waktu dekat.

Counterpoint bahkan telah merevisi turun proyeksi pengiriman smartphone global untuk tahun ini. Dalam kondisi seperti ini, persaingan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan merek, tetapi juga oleh kemampuan menjaga pasokan, harga, dan margin di pasar yang sedang melambat.

Source: gadgets.beebom.com
Berita Terbaru