Aprilia Tarik Pecco Bagnaia, Dua Murid Rossi Kini Siap Satu Garasi

Aprilia Racing resmi menyiapkan proyek besar untuk era regulasi baru MotoGP dengan mendatangkan Francesco “Pecco” Bagnaia melalui kontrak empat tahun. Mulai 2027, juara dunia MotoGP dua kali itu akan berada satu garasi dengan Marco Bezzecchi.

Kombinasi ini langsung menarik perhatian karena menyatukan dua murid Valentino Rossi dalam satu tim pabrikan Italia. Aprilia akan mengandalkan Bagnaia dan Bezzecchi pada RS-GP, sebuah susunan yang memberi nilai olahraga sekaligus nilai simbolis yang kuat bagi pabrikan asal Noale itu.

Taruhan jangka panjang Aprilia

Durasi kontrak empat tahun menunjukkan bahwa Aprilia tidak sekadar mencari tambahan nama besar. Tim ini sedang membangun fondasi untuk menyambut perubahan teknis pada 2027, saat seluruh pabrikan akan memasuki siklus persaingan baru.

Langkah tersebut juga menegaskan ambisi Aprilia untuk memperkuat posisi mereka di panggung MotoGP. Kehadiran Bagnaia dipandang sebagai penguatan proyek olahraga yang bisa menaikkan pamor tim di level internasional.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mengatakan keputusan ini sejalan dengan visi Michele Colaninno, CEO Piaggio Group. Ia menyebut gagasan menyatukan Marco dan Pecco sebagai bagian dari langkah berikutnya untuk mendukung Italia.

Duet Italia yang sarat makna

Bagnaia dan Bezzecchi sama-sama dikenal sebagai pebalap yang lahir dari orbit pembinaan Valentino Rossi. Karena itu, komposisi baru Aprilia bukan hanya menarik dari sisi performa, tetapi juga dari sisi identitas.

Aprilia akan menurunkan dua pebalap Italia dengan motor pabrikan Italia pada fase penting menjelang era baru MotoGP. Situasi ini membuat proyek mereka terasa sangat khas dan mudah mencuri perhatian publik.

Rivola bahkan mengaitkan kedatangan Bagnaia dengan sorotan terhadap prestasi olahraga Italia di berbagai cabang. Ia menyebut Kimi Antonelli di Formula 1, Jannik Sinner di tenis, dan Federica Brignone menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.

Status elite yang dibawa Bagnaia

Aprilia merekrut pebalap dengan rekam jejak yang sudah sangat matang. Bagnaia memulai debut di Moto3 pada 2013, lalu menjadi juara Moto2 pada 2018 sebelum naik ke kelas utama dan berkembang menjadi salah satu nama terbesar di MotoGP modern.

Pencapaian terbaiknya hadir saat ia meraih gelar Juara Dunia MotoGP secara beruntun pada 2022 dan 2023. Dengan status itu, Bagnaia datang ke Aprilia bukan sebagai proyek masa depan, melainkan sebagai pembalap berpengalaman yang sudah terbukti mampu menang di level tertinggi.

Secara statistik, koleksinya juga sangat menonjol. Bagnaia sudah membukukan 41 kemenangan, 86 podium, dan 35 pole position.

Catatan tersebut menempatkannya di antara pebalap Italia paling sukses di kelas utama. Di atasnya, hanya ada nama sebesar Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.

Ekspektasi besar menuju 2027

Dengan hadirnya Bagnaia, Aprilia kini memikul ekspektasi yang jauh lebih besar untuk musim-musim mendatang. Proyek ini akan terus diawasi sejak pengumuman dibuat hingga regulasi baru benar-benar berlaku pada 2027.

Rivola menyampaikan bahwa Aprilia bangga menyambut Bagnaia dan keluarganya. Namun ia juga menegaskan bahwa sebelum resmi menjadi bagian tim, Bagnaia tetap akan menjadi lawan yang harus dikalahkan di lintasan.

Situasi itu membuat transfer ini terasa unik. Bagnaia sudah dipastikan menjadi bagian dari masa depan Aprilia, tetapi untuk sementara ia masih berada di sisi lawan dalam persaingan MotoGP.

Bagi paddock MotoGP, susunan ini membuka babak baru yang sulit diabaikan. Aprilia kini memiliki dua pebalap Italia, dua murid Rossi, dan satu proyek besar yang diarahkan untuk menantang level teratas saat era regulasi berikutnya dimulai.

Source: oto.detik.com

Berita Terkait