8 Gelas Tak Selalu Cukup, Kebutuhan Air Putih Ternyata Berbeda Tiap Orang

Kebutuhan air putih harian ternyata tidak bisa disamaratakan, karena tubuh setiap orang kehilangan dan membutuhkan cairan dalam jumlah yang berbeda. Meski patokan yang sering disebut berada di kisaran 8 hingga 9 gelas per hari, angka itu bukan ukuran mutlak bagi semua orang.

Perbedaan kebutuhan ini dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, kondisi lingkungan, hingga status gizi. Tubuh terus mengeluarkan cairan melalui napas, keringat, urine, dan buang air besar, sehingga asupan minum perlu menyesuaikan agar fungsi tubuh tetap berjalan normal.

Patokan umum yang sering dipakai

Pada orang dewasa, anjuran yang kerap digunakan adalah sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Jika dihitung secara sederhana, kisaran itu setara dengan 1.500 hingga 2.000 ml, meski pada praktiknya kebutuhan bisa lebih tinggi atau lebih rendah sesuai kondisi masing-masing.

Sebagian cairan tubuh juga datang dari makanan. Kontribusinya bisa mencapai sekitar 20 persen, terutama dari buah dan sayur yang kandungan airnya tinggi.

Bayam dan semangka disebut memiliki kandungan air sekitar 90 persen. Karena itu, keduanya ikut membantu memenuhi kebutuhan cairan harian tanpa harus bergantung pada minuman saja.

Anak juga punya angka yang berbeda

Kecukupan cairan pada anak mengikuti usia dan tidak sama dengan orang dewasa. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 75 tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi, kebutuhan air yang direkomendasikan adalah 1.900 ml untuk anak usia 7 sampai 9 tahun dan 1.800 ml untuk anak usia 10 sampai 12 tahun.

Sementara itu, rekomendasi AI dari US Institute of Medicine menyebut kebutuhan 1.700 ml per hari untuk anak usia 4 sampai 8 tahun. Untuk usia 9 sampai 13 tahun, angkanya tercantum 2.100 ml per hari untuk anak perempuan dan 2.400 ml per hari untuk anak-anak pada kelompok usia yang sama.

Kenapa angka minum tidak seragam

Hasil penelitian di Amerika menunjukkan kebutuhan yang dianjurkan juga bisa berbeda antar kelompok usia dan جنس. Pada perempuan usia 25 sampai 42 tahun, konsumsi air putih yang disarankan tercatat di atas 2 liter per hari, sementara kelompok lain dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.

Karena itu, salah satu cara paling sederhana untuk menjaga cairan tubuh adalah minum saat merasa haus. Kebiasaan ini membantu tubuh menyesuaikan asupan dengan kebutuhan aktual yang berubah sepanjang hari.

Dampak langsung dari kecukupan cairan

Asupan air putih yang cukup mendukung tubuh tetap sehat dan bekerja dengan baik. Manfaat yang paling sering dirasakan antara lain melancarkan buang air besar, membantu menjaga konsentrasi, membantu tubuh membuang zat sisa, dan ikut mencegah kenaikan berat badan.

Pada anak, manfaatnya juga terlihat pada fungsi otak, pencernaan, suhu tubuh, dan kesehatan kulit. Sebaliknya, kekurangan cairan dapat memicu dehidrasi, sembelit, kulit kering, hingga kelelahan yang mengganggu proses belajar.

Kebiasaan kecil yang bisa mengubah hasil

Pentingnya minum air putih sejak dini terlihat dari pengalaman di SDN Cipedak 01. Melalui jadwal minum bersama, kartu pemantauan hidrasi, dan kegiatan edukatif, sekolah itu berhasil meningkatkan proporsi siswa yang memenuhi kebutuhan air harian dari 12 persen menjadi 98 persen dalam tujuh hari.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan air putih bukan hanya soal memahami angka, tetapi juga membangun kebiasaan yang konsisten. Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan sederhana seperti minum teratur dapat memberi dampak besar bagi kondisi tubuh.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait