Arab Saudi Lepas Herve Renard Jelang Piala Dunia, Kursi Pelatih Kini Jadi Taruhan Besar

Author: Redaksi Android62

Arab Saudi bergerak cepat mencari arah baru setelah memecat Herve Renard ketika Piala Dunia 2026 tinggal 55 hari. Keputusan itu membuat perhatian langsung tertuju pada kesiapan The Green Falcon, terutama karena perubahan pelatih terjadi di fase yang sangat dekat dengan turnamen.

Nama pengganti pun mulai dibicarakan. Menurut laporan AFP yang dikutip Detik Sport, Georgios Donis menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Renard, dan saat ini ia menangani Al Khaleej.

Hasil uji coba jadi pemicu

Pencopotan Renard tidak lepas dari dua hasil uji coba yang kurang meyakinkan. Arab Saudi kalah 0-4 dari Mesir, lalu kembali tumbang 1-2 saat melawan Serbia.

Dua pertandingan itu disebut menjadi bahan pertimbangan utama federasi. Dalam masa persiapan menuju turnamen besar, uji coba memang sering dipakai untuk membaca kesiapan tim secara menyeluruh.

Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa federasi menilai ada kebutuhan mendesak untuk mengubah arah persiapan. Dengan waktu yang tersisa makin sempit, Arab Saudi harus memastikan perubahan di kursi pelatih tidak mengganggu stabilitas skuad.

Peran Renard di jalan menuju Piala Dunia

Kepergian Renard terasa mengejutkan karena ia bukan sosok baru dalam perjalanan Arab Saudi menuju putaran final. Pelatih asal Prancis itu justru ikut membawa tim nasional tersebut lolos ke Piala Dunia 2026.

Renard pun tidak asing dengan sepak bola level tertinggi. Reputasinya sudah terbentuk sejak ia membawa Zambia dan Pantai Gading meraih gelar Piala Afrika.

Meski harus berpisah lebih awal, Renard tetap menegaskan kontribusinya selama menangani Arab Saudi. Ia mengingatkan bahwa tim itu lolos ke Piala Dunia dua kali di bawah arahannya, yakni pada edisi 2022 dan 2026.

Selain itu, Renard juga menyoroti catatan sejarah lain. Dari tujuh kali Arab Saudi tampil di putaran final Piala Dunia, dua di antaranya terjadi saat ia berada di kursi pelatih.

Sikap Renard setelah keputusan federasi

Renard merespons pemecatan itu dengan tenang dan singkat. Ia tidak memperpanjang polemik dan memilih melihatnya sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional.

Sikap tersebut sejalan dengan pengalamannya yang panjang di level tim nasional. Dalam situasi seperti ini, fokus terhadap perjalanan karier dan hasil kerja selama menangani tim menjadi hal yang tetap ia tekankan.

Bagi Renard, catatan bersama Arab Saudi tetap memiliki tempat penting. Ia memimpin tim dalam momen lolos ke dua edisi Piala Dunia dan meninggalkan jejak yang sulit diabaikan.

Tantangan besar menanti The Green Falcon

Perubahan pelatih ini datang pada waktu yang sensitif karena Arab Saudi sudah menunggu lawan berat di fase grup. Mereka akan berada di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Cape Verde.

Komposisi grup tersebut membuat perjalanan The Green Falcon tidak akan ringan sejak awal. Setiap keputusan teknis, termasuk penunjukan pelatih baru, akan sangat memengaruhi persiapan tim.

Dengan fase persiapan yang semakin pendek, federasi kini dituntut bergerak cepat. Selain mencari sosok pengganti yang tepat, Arab Saudi juga harus menjaga fokus para pemain agar situasi internal tidak ikut terganggu oleh pergantian mendadak ini.

Pergantian di kursi pelatih menjelang turnamen besar selalu membawa risiko. Namun bagi Arab Saudi, keputusan ini tampaknya dipandang sebagai langkah yang harus diambil untuk menjaga peluang mereka tetap terarah saat menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026.

Berita Terbaru