Timnas Iran memilih melangkah ke Piala Dunia 2026 tanpa Sardar Azmoun, sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyerang paling penting dalam sejarah mereka. Keputusan itu langsung menarik perhatian karena Azmoun punya catatan besar bersama Team Meli, dengan torehan 57 gol dari 91 penampilan.
Pencoretan ini membuat banyak pihak menyoroti alasan di balik absennya eks pemain AS Roma tersebut. Di saat Iran bersiap membawa skuad berpengalaman ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, nama yang biasanya identik dengan ketajaman justru tidak ikut masuk dalam daftar 26 pemain.
Kontroversi di luar lapangan ikut memengaruhi situasi
Sorotan terbesar datang dari unggahan Azmoun beberapa pekan sebelum Piala Dunia 2026. Ia mengunggah foto dirinya bersama Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, lalu menyebut sang perdana menteri sebagai “salah satu pemikiran tersukses di dunia”.
Unggahan itu memicu reaksi keras dari publik Iran. Respons tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah, terutama karena hubungan Iran dan UEA ikut terdampak eskalasi konflik regional.
Ketegangan makin tinggi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, lalu Iran membalas dengan menyerang pangkalan udara AS di UEA. Walau foto itu kemudian dihapus, langkah tersebut tidak mengubah keputusan yang sudah diambil tim nasional.
Keputusan sudah lebih dulu diambil sejak Maret
Pelatih Iran Amir Ghalenoei ternyata sudah mencoret Azmoun dari skuad sejak Maret lalu. Artinya, absennya sang penyerang di Piala Dunia 2026 bukan keputusan mendadak yang muncul setelah daftar akhir diumumkan.
Bagi Iran, kehilangan Azmoun tetap terasa besar karena ia sudah membela tim nasional sejak kelompok umur U-17. Selama bertahun-tahun, namanya menjadi salah satu tumpuan utama di lini depan dan dikenal sebagai mesin gol tim nasional.
Pencoretan ini juga mengubah susunan kepemimpinan di dalam tim. Untuk turnamen nanti, ban kapten akan diberikan kepada Mehdi Taremi, yang sebelumnya bermain untuk Inter Milan.
Iran tetap datang dengan skuad berpengalaman
Meski tanpa Azmoun, Iran masih membawa deretan pemain senior di setiap lini. Di bawah mistar, ada Alireza Beiranvand, Hossein Hosseini, dan Payam Niazmand.
Lini belakang diisi Danial Eiri, Ehsan Hajsafi, Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Milad Mohammadi, Ali Nemati, dan Ramin Rezaeian. Komposisi ini menunjukkan Iran tetap memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga keseimbangan permainan.
Di sektor tengah, Iran memasukkan Rouzbeh Cheshmi, Saeid Ezatolahi, Mehdi Ghayedi, Saman Ghoddos, Mohammad Ghorbani, Alireza Jahanbakhsh, Mohammad Mohebi, Amir Mohammad Razzaghinia, Mehdi Torabi, dan Aria Yousefi. Kehadiran nama-nama tersebut membuat Iran masih terlihat solid dalam urusan penguasaan dan distribusi bola.
Untuk lini depan, Iran menyiapkan Ali Alipour, Dennis Dargahi, Amirhossein Hosseinzadeh, Mehdi Taremi, dan Shahriar Moghanlou. Walau tetap punya kedalaman skuad, absennya Azmoun membuat Iran kehilangan salah satu wajah paling dikenal dalam sepak bola mereka.
Source: bola.bisnis.com