Alvaro Arbeloa memberi sinyal yang cukup keras soal kemungkinan kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid. Mantan bek Los Blancos itu menyebut dirinya akan sangat senang bila pelatih asal Portugal tersebut kembali ke Santiago Bernabeu.
Pernyataan Arbeloa langsung menarik perhatian karena datang dari sosok yang paham betul dinamika internal klub. Di tengah ramainya pembicaraan soal kursi pelatih Real Madrid untuk musim depan, dukungan terbuka seperti ini membuat nama Mourinho kembali terdengar serius.
Dukungan dari orang dalam Madrid
Arbeloa tidak melihat wacana pergantian pelatih sebagai tanda bahwa ruang ganti Real Madrid sedang tidak terkendali. Ia justru menilai narasi semacam itu terlalu berlebihan dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di klub.
Ia menegaskan bahwa keputusan soal pelatih baru akan diambil ketika klub merasa waktu yang tepat sudah tiba. Sikap itu menunjukkan bahwa proses di Madrid masih berada dalam kendali manajemen, bukan sekadar reaksi terhadap kabar yang berkembang di luar.
Mourinho masih punya tempat spesial
Lebih jauh, Arbeloa memberi penilaian yang sangat tinggi terhadap Mourinho. Ia menyebut pelatih asal Portugal itu masih menempati posisi istimewa di mata pemain maupun fans Real Madrid.
“Bagi saya, sebagai pemain dan fans Real Madrid, Mourinho adalah nomor satu. Saya berpikir begitu sebulan yang lalu, dan saya masih berpikir begitu,” ujar Arbeloa kepada As.
Ucapan itu memperlihatkan bahwa nama Mourinho belum pudar di lingkungan Madrid. Bagi Arbeloa, sosok yang pernah memberi pengaruh besar di klub tersebut tetap layak dihormati dan belum pantas dianggap hanya sebagai bagian dari masa lalu.
Masih terikat Benfica
Di sisi lain, jalan Mourinho menuju Madrid belum terbuka sepenuhnya. Ia masih terikat kontrak sebagai pelatih Benfica sejak 2025, sehingga statusnya belum bebas untuk mengambil langkah berikutnya.
Detik Sport melaporkan bahwa pelatih berusia 63 tahun itu berhasil menjaga rekor tak terkalahkan As Aguias di Liga Portugal musim ini. Meski begitu, ia belum mempersembahkan gelar juara untuk klub Portugal tersebut.
Benfica disebut ingin mempertahankan kerja sama dan memperpanjang masa tugas Mourinho. Namun, pelatih asal Portugal itu dikabarkan tidak akan buru-buru mengambil keputusan, apalagi jika ketertarikan dari Real Madrid benar-benar semakin kuat.
Jejak lama di Bernabeu masih terasa
Nama Mourinho memang tidak asing bagi publik Santiago Bernabeu. Ia pernah menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013 dan meninggalkan catatan trofi yang cukup penting.
Selama masa itu, Mourinho mempersembahkan LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Rekam jejak tersebut menjadi alasan mengapa namanya masih punya tempat tersendiri di hati sebagian pendukung Madrid.
Arbeloa bahkan menyebut Mourinho sebagai “salah satu dari kita”, sebuah ungkapan yang menegaskan kedekatan emosional antara mantan pelatih itu dengan lingkungan Los Blancos. Di saat masa depan Arbeloa sendiri di Madrid disebut mendekati akhir setelah musim 2025/2026, komentarnya ikut menambah bobot isu yang berkembang di sekitar klub.
Dukungan terbuka seperti ini membuat rumor kembalinya Mourinho terasa lebih nyata. Setidaknya, wacana tersebut kini bukan hanya bergulir dari luar klub, tetapi juga mendapat sambutan dari sosok yang pernah hidup di dalam ruang ganti Real Madrid.







