Arcfox Beta T1 langsung mencuri perhatian di pasar mobil listrik murah karena membawa perangkat dan fitur yang biasanya ditemui pada model yang lebih mahal. Dengan harga mulai 62.800 yuan atau sekitar Rp140 jutaan, hatchback listrik ini menawarkan paket yang terasa jauh lebih premium dari banderolnya.
Di segmen EV entry-level yang makin padat, Arcfox mencoba memberi pembeda lewat pendekatan desain, ruang kabin, dan teknologi. Pabrikan di bawah naungan BAIC itu menempatkan Beta T1 sebagai opsi terjangkau, tetapi tidak ingin mobil ini terlihat sederhana.
Kabin tampil lebih modern dari ekspektasi
Salah satu daya tarik utama hadir dari interiornya. Beta T1 dibekali panel instrumen digital 8,8 inci dan layar sentuh besar 15,6 inci di tengah dashboard.
Perlengkapan lain juga terasa lengkap untuk kelasnya. Mobil ini mendukung wireless charging 50 watt, Apple CarPlay, Huawei HiCar, serta asisten suara berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Pada beberapa varian, Arcfox juga menyematkan fitur bantuan mengemudi Level 2. Kehadiran teknologi tersebut membuat Beta T1 lebih relevan untuk perjalanan jauh maupun saat menghadapi lalu lintas padat di perkotaan.
Desain luar dibuat lebih segar dan lebih besar dari kebanyakan rival
Bagian eksterior ikut mendapat perhatian serius. Arcfox Beta T1 tampil dengan bumper depan baru dan lampu daytime running light yang membentang penuh di bagian depan.
Wajah mobil ini juga diperkuat dua warna baru, yakni Cloud Rose Pink dan Shadow Green. Kombinasi tersebut menyasar konsumen muda yang ingin mobil listrik dengan tampilan berbeda dari mayoritas pesaingnya.
Secara ukuran, Beta T1 tergolong besar untuk sebuah hatchback. Mobil ini memiliki panjang 4.375 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm, serta wheelbase 2.770 mm.
Dimensi itu berpotensi memberi ruang kabin yang lebih lega untuk kebutuhan harian. Selain itu, penggunaan pelek 17 hingga 18 inci dan gagang pintu semi-tersembunyi memperkuat kesan modern yang sering dikaitkan dengan mobil listrik kelas atas.
Performa disiapkan untuk kebutuhan harian
Seluruh varian Arcfox Beta T1 memakai motor listrik berkekuatan 96 kW atau setara 129 dk dengan torsi 176 Nm. Karakter tenaga instan khas EV membuat mobil ini cukup responsif untuk mobilitas kota.
Respons tersebut juga berguna saat pengemudi butuh bermanuver di jalan ramai atau melakukan penyalipan singkat. Dengan tenaga seperti ini, Beta T1 diposisikan sebagai mobil listrik perkotaan yang praktis tanpa kehilangan rasa modern.
Di pasar Cina, model ini disiapkan untuk menantang Geely EX2 atau Xingyuan dan BYD Atto 1. Persaingan di kelas tersebut memang semakin ketat karena banyak pabrikan berlomba menawarkan harga agresif dengan fitur yang terus bertambah.
Dengan kombinasi harga yang rendah, kabin kaya fitur, dan desain yang lebih futuristis, Arcfox Beta T1 mencoba menonjol di tengah ramai EV terjangkau. Banderol mulai 62.800 yuan atau sekitar Rp140 jutaan menjadi senjata utamanya untuk menarik pembeli yang ingin mobil listrik murah, tetapi tetap terasa berkelas.
Source: moladin.com






