Archer Aviation menyiapkan langkah besar di luar bisnis taksi udara listrik melalui pesawat rotor serang otonom bernama Thunder. Platform pertahanan yang dikembangkan bersama Anduril Industries itu dijadwalkan menjalani penerbangan perdana pada 2027.
Thunder dirancang untuk beroperasi bersama helikopter serang dan pesawat serbu berawak, bukan sebagai pesawat tanpa awak biasa. Sasaran penggunanya mencakup operator helikopter Apache serta helikopter pengintai bersenjata.
Dirancang Khusus untuk Operasi Serang
Anduril mengategorikan Thunder sebagai pesawat rotor serang otonom Group 5. Kategori ini merujuk pada platform tanpa awak yang disiapkan menjalankan peran serang dalam operasi yang terhubung dengan pesawat berawak.
CEO Archer Aviation Adam Goldstein menegaskan Thunder bukan hasil modifikasi dari pesawat yang telah dikembangkan sebelumnya. Menurutnya, Archer membangun pesawat yang sangat spesifik berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi Anduril.
“Anduril telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan membangun lebih awal sebelum program tersebut diumumkan,” kata Goldstein, dikutip Reuters. Ia menilai produk pertahanan yang ingin digunakan secara luas harus dirancang sesuai kebutuhan pelanggan dan kasus penggunaan tertentu.
| Varian | Target Penggunaan | Status |
|---|---|---|
| Thunder | Operasi pertahanan | Penerbangan perdana dijadwalkan pada 2027 |
| Varian komersial | Kebutuhan komersial | Pelanggan pertama akan diumumkan pada akhir pekan |
Platform Bersama untuk Dua Arah Pasar
Thunder berangkat dari platform pesawat otonom yang dikembangkan Archer dan Anduril untuk pasar komersial maupun pertahanan. Anduril memperkenalkan versi militernya dengan nama Thunder dalam ajang Farnborough Airshow di Inggris.
Kerja sama kedua perusahaan sebenarnya telah dimulai melalui kesepakatan yang diteken pada 2024. Kolaborasi tersebut memberi Archer jalur masuk ke sektor pertahanan, sementara versi komersial dari platform yang sama tetap dipersiapkan.
Shane Arnott, Senior Vice President of Programs & Engineering Anduril Industries, menyebut platform ini ditujukan bagi pihak yang mengoperasikan helikopter serang dan pengintai bersenjata. Fokus itu menunjukkan Thunder disiapkan untuk kebutuhan operasional yang lebih berat daripada mobilitas penumpang perkotaan.
Strategi Baru di Tengah Tantangan eVTOL
Archer selama ini dikenal sebagai pengembang pesawat lepas landas dan mendarat vertikal bertenaga listrik atau eVTOL untuk layanan taksi udara. Namun, pasar mobilitas udara perkotaan masih menghadapi keterlambatan sertifikasi, kebutuhan infrastruktur, dan kebutuhan modal yang besar.
Sektor taksi udara perkotaan sebelumnya diproyeksikan memiliki nilai hingga US$1 triliun. Tantangan untuk mewujudkan pasar tersebut mendorong sejumlah pengembang eVTOL mencari peluang penggunaan teknologi di sektor lain.
Bagi Archer, pasar pertahanan dan penggunaan komersial yang lebih berat menjadi jalur diversifikasi di luar layanan penumpang. CNBC Indonesia melaporkan kolaborasi dengan Anduril membuka peluang perluasan penggunaan teknologi penerbangan otonom Archer.
Penerbangan perdana pada 2027 akan menjadi pengujian penting bagi arah baru tersebut. Setelahnya, kemampuan Thunder memenuhi kebutuhan operator helikopter serang dan pengintai bersenjata akan menjadi perhatian utama.
Source: www.cnbcindonesia.com






