Golden ticket D’Academy 4 yang diperoleh Ari Izam pada 2017 tidak membawanya ke panggung siaran langsung. Pria asal Lampung itu memilih memenuhi jadwal merias pengantin yang telah dijanjikan kepada klien sekitar tiga bulan sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil ketika Ari berusia 20 tahun dan kesempatan menjadi penyanyi dangdut terbuka di depan mata. Ia menempatkan kepercayaan klien sebagai tanggung jawab yang tidak dapat ditinggalkan.
Jadwal kompetisi dan pekerjaan merias pengantin berlangsung pada waktu yang sama. Pilihan Ari kemudian menjadi salah satu titik penting yang mengarahkan kariernya secara penuh ke dunia tata rias.
Golden Ticket yang Tidak Dilanjutkan
Saat mengikuti audisi, Ari masih berstatus mahasiswa dan mulai menjalani pekerjaan sebagai makeup artist. Ia meraih golden ticket setelah tampil di hadapan King Nassar, Beniqno, dan Inul Daratista.
Keputusannya tidak melanjutkan kompetisi bukan berarti ia tidak tertarik pada dunia tarik suara. Namun, pekerjaan yang sudah dipesan lebih dahulu membuatnya memilih memegang komitmen profesional.
| Periode | Perjalanan Karier Ari Izam |
|---|---|
| 2011 | Mulai menekuni dunia tata rias. |
| 2014 | Membuat kanal YouTube untuk konten makeup. |
| 2017 | Meraih golden ticket D’Academy 4 dan kembali mendapat penghasilan Adsense. |
| Awal 2018 | Mendapat silver play button. |
| 2020 | Video transformasi riasan seorang nenek mendapat perhatian luas. |
Menekuni Profesi Makeup Artist
Perjalanan Ari sebagai makeup artist sebenarnya telah dimulai sejak 2011, meski ia menempuh pendidikan di bidang komputer. Menurut Liputan6.com, ia melihat pekerjaan merias memiliki peluang penghasilan lebih baik dibanding pekerjaan lain yang pernah dilakoninya.
“Itu hitungannya dari jam tiga subuh, setengah enam (pagi) sudah kelar dapat 300 ribu. Saya MC seharian dapat 200 ribu,” ungkap Ari Izam. Perbandingan tersebut membuatnya semakin yakin untuk memberi perhatian serius pada profesi rias.
Ia melanjutkan pengembangan kemampuan dengan mengikuti kursus dan workshop di Jakarta. Ari menilai keputusan untuk terjun ke profesi tersebut harus disertai fokus dan peningkatan keterampilan.
“Dari situ lah mutuskan untuk terjun (MUA). Kalau sudah terjun, harus fokus. Saya kursus ke Jakarta, ikut workshop dan sebagainya,” jelasnya.
Perkembangan di Platform Digital
Di luar pekerjaan merias langsung, Ari juga membagikan konten kecantikan melalui YouTube sejak 2014. Kanal tersebut kembali menghasilkan pendapatan Adsense pada 2017 ketika jumlah pelanggannya masih di bawah 100 ribu.
“Tapi sempat keputus (adsense). Baru 2017 dapat lagi, waktu itu masih di bawah 100 ribu subscribers. 2018 awal baru dapat silver play button,” kata Ari. Pertumbuhan kanal itu kemudian memperluas jangkauan kariernya sebagai kreator kecantikan.
Perhatian yang lebih besar datang pada 2020 melalui video transformasi makeup seorang nenek berusia 60 tahun. Video berjudul NENEK VIRAL!! Umur 60 TAHUN Jadi PENGANTIN (SUPER CANTIK) Umur 20 Tahun! itu telah ditonton lebih dari 1,62 juta kali pada Juli 2020.
Dalam video tersebut, Ari menggunakan lem kertas toxic free untuk menutupi tekstur alis serta makeup correcting base untuk membantu menyamarkan flek hitam. Kini, ia dikenal sebagai makeup artist profesional dan influencer kecantikan dengan jutaan pengikut di berbagai platform media sosial.
