Dari Live Streamer ke Wak Bordir, Perjalanan Aris Priadi Menuju 10 Juta Subscriber

Author: Redaksi Android62

Warintil Official kini menembus lebih dari 10 juta subscriber di YouTube, dan salah satu wajah yang paling melekat dari kanal itu adalah Aris Priadi lewat karakter Wak Bordir. Sosok pemilik kontrakan yang cerewet, tegas, tetapi tetap baik hati itu menjadi identitas yang paling mudah diingat penonton.

Keberhasilan tersebut tidak muncul secara mendadak. Di balik popularitas Wak Bordir, ada perjalanan panjang Aris dari hidup sebagai perantau, mencoba bertahan lewat live streaming, hingga sempat bekerja sebagai makeup artist atau MUA.

Karakter sederhana yang dekat dengan keseharian

Daya tarik Wak Bordir justru lahir dari cerita yang sangat akrab bagi banyak orang. Dalam konten Warintil Official, ia kerap dibuat kewalahan oleh tingkah para penyewa kontrakan yang mencari alasan untuk menunda atau menghindari pembayaran sewa.

Situasi itu terasa dekat dengan realitas sehari-hari, sehingga mudah memancing tawa tanpa perlu konflik yang rumit. Cerita tentang kontrakan, persoalan hidup, dan interaksi antartokoh membuat humor Warintil Official terasa membumi.

Aris kemudian menjadi tokoh penting di balik karakter tersebut. Perannya sebagai Wak Bordir membuat namanya semakin identik dengan kanal yang ia bangun bersama rekan-rekannya.

Berangkat dari Aceh dan merantau ke Medan

Aris lahir di Julok Rayeuk, Aceh, dan tumbuh bersama seorang kakak perempuan, almarhumah Uun Pertiwi. Sejak masih duduk di bangku SMA, ia sudah meninggalkan kampung halamannya untuk melanjutkan pendidikan.

Setelah lulus SMA, ia meneruskan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Medan. Masa perantauan itu menjadi titik awal perubahan besar dalam arah hidupnya.

Live streaming sempat menjadi tumpuan awal

Sebelum dikenal sebagai kreator komedi, Aris lebih dulu mencoba peruntungan sebagai live streamer di salah satu aplikasi. Dari aktivitas itulah ia bertemu dengan Bagus dan Purwadi.

Pertemuan itu berkembang menjadi kerja kreatif bersama Insaf Putra, Putra Samuel, Irwansyah, dan anggota lainnya. Dari lingkaran inilah terbentuk tim yang kemudian dikenal sebagai Warintil Official.

Pada fase awal, penghasilan dari live streaming tidak selalu stabil. Pendapatan kadang meningkat, tetapi kerap turun drastis sehingga sulit dijadikan sumber nafkah utama.

Pernah menekuni MUA secara otodidak

Di tengah ketidakpastian itu, Aris sempat menjalani pekerjaan lain sebagai makeup artist atau MUA. Keahlian merias wajah tersebut ia pelajari secara otodidak.

Pekerjaan itu menjadi salah satu jalan untuk menambah penghasilan. Namun, profesi tersebut tidak dijalani dalam waktu lama karena Aris terus mencari jalur yang lebih pasti untuk bertahan.

Fokus membangun Warintil Official dari nol

Keadaan yang serba tidak menentu akhirnya mendorong Aris dan rekan-rekannya untuk fokus membangun Warintil Official sebagai kanal YouTube. Mereka memilih konten komedi yang mengangkat kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama.

Langkah itu menuntut kesabaran dan konsistensi. Membangun audiens di platform digital tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, apalagi ketika mereka memulai dari nol.

Namun, pilihan tersebut terbukti tepat. Humor yang ringan, karakter yang kuat, dan kisah yang dekat dengan pengalaman banyak orang membuat kanal itu terus bertumbuh hingga menjadi salah satu kanal komedi besar di Indonesia.

Pencapaian lebih dari 10 juta subscriber menjadi penanda kerja kolektif yang panjang. Bagi Aris Priadi, perjalanan dari perantau hingga dikenal sebagai Wak Bordir menunjukkan bahwa popularitas di dunia digital sering kali lahir dari proses yang panjang dan penuh penyesuaian.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru