Prambanan Jazz 2026 Ubah Panggung, Musisi Lintas Genre Akan Dibuat Lebih Jazz

Author: Redaksi Android62

Prambanan Jazz 2026 akan tampil dengan wajah baru lewat konsep Playing Jazz yang memberi porsi lebih besar pada unsur jazz di panggung festival. Gelaran ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Sabtu, 3-5/6/2026, di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta.

Perubahan konsep ini hadir setelah penyelenggara menerima masukan dari publik yang menilai karakter jazz di festival tersebut belum cukup terasa. Melalui pendekatan baru ini, sejumlah musisi lintas genre akan diberi ruang untuk mengeksplorasi aransemen dengan sentuhan jazz yang lebih kuat daripada biasanya.

Representasi jazz dibuat lebih menonjol

Kurator Prambanan Jazz 2026, Shadu Rasjidi, menyebut kritik dari publik justru menunjukkan besarnya perhatian terhadap festival ini. Ia menilai respons tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat identitas musik yang diusung agar festival tidak kehilangan arah saat terus berkembang.

“Tahun ini lebih memperlihatkan representasi jazz,” ujar Shadu, Kamis, 2 Juli 2026, di Kompleks Candi Prambanan. Menurut dia, tugas kurator bukan hanya memilih penampil, tetapi juga menjaga karakter festival tetap jelas.

Perunggu dan The Panturas ikut masuk format Playing Jazz

Konsep Playing Jazz membuka ruang bagi musisi dari genre berbeda untuk menghadirkan penampilan yang tidak biasa. Dalam format ini, musisi diajak mengolah materi mereka dengan pendekatan jazz yang tetap memberi tempat bagi gaya khas masing-masing.

Beberapa nama yang disebut akan tampil dengan konsep tersebut adalah Perunggu dan The Panturas. Keduanya dikenal memiliki karakter musik yang kuat di genre masing-masing, lalu akan menunjukkan warna baru saat tampil di Prambanan Jazz 2026.

Menjaga kualitas panggung dan ekosistem festival

Shadu juga menegaskan bahwa festival musik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang tampil di atas panggung. Menurut dia, ada banyak pihak yang bekerja di belakang layar dan ikut menjaga keberlangsungan acara.

Ia menyebut ekosistem itu melibatkan pelaku UMKM, sponsor, kru produksi, hingga seluruh pihak yang bergerak di balik penyelenggaraan. Karena itu, Prambanan Jazz berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas artistik dan keberlanjutan ekonomi festival.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat Prambanan Jazz tetap sehat sekaligus memperkuat unsur jazz dalam setiap penyelenggaraan berikutnya. Dengan konsep baru ini, panggung Prambanan Jazz 2026 diposisikan bukan sekadar tempat tampil, melainkan juga ruang untuk menegaskan identitas festival.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru