Pemerintah Amerika Serikat mulai membuka arsip terkait benda terbang tak dikenal atau UFO secara bertahap, tetapi langkah ini belum menjawab semua pertanyaan yang selama ini mengelilingi isu tersebut. Rilis awal dijadwalkan muncul pada Jumat, 8 Mei waktu setempat, namun publik diminta tidak mengharapkan seluruh dokumen keluar sekaligus.
Skema pembukaan arsip itu langsung memunculkan tanda tanya baru karena materi yang dirilis tidak akan mencakup seluruh dokumen yang sebelumnya diminta Kongres. Prosesnya juga dibuat mingguan, sehingga keterbukaan yang dijanjikan berjalan pelan dan jauh dari kesan tuntas.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett, mengatakan tahap awal kemungkinan hanya berisi sejumlah laporan pilot dan mungkin satu video. Materi itu disebut berkaitan dengan laporan pilot militer Amerika Serikat yang pernah berhadapan dengan benda terbang tak dikenal.
Burchett menegaskan rilis pertama tidak akan memuat 46 video UFO yang sebelumnya diminta Kongres agar dipublikasikan oleh Departemen Pertahanan AS. Dengan begitu, pembukaan arsip dari Gedung Putih ini masih belum memenuhi permintaan penuh para legislator.
Pola rilis mingguan ini juga membuat langkah pemerintah berbeda dari publikasi dokumen pembunuhan Presiden John F. Kennedy maupun kasus Jeffrey Epstein yang kerap dijadikan pembanding dalam perdebatan soal transparansi arsip negara. Perbedaan cara membuka dokumen itu ikut menegaskan bahwa pemerintah memilih jalur bertahap, bukan membuka semuanya dalam satu waktu.
Burchett, yang tergabung dalam kelompok kerja Komite Pengawasan DPR AS terkait deklasifikasi dokumen federal, mengakui masih ada sebagian anggota legislatif yang menolak rencana pembukaan dokumen UFO. Meski begitu, ia tetap yakin Presiden Donald Trump akan menepati janjinya untuk membuka materi tersebut kepada publik.
Ia juga menekankan bahwa proses ini tidak bisa selesai sekaligus. Menurutnya, “Transparansi tidak akan terjadi sekaligus, butuh waktu.”
Sorotan terhadap isu UFO memang kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pada Februari lalu, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara dalam siniar Brian Cohen dan mengatakan ia percaya alien ada, tetapi ia tidak pernah menemukan bukti kontak dengan makhluk luar angkasa itu selama masa kepresidenannya.
Kombinasi antara perintah deklasifikasi dari Trump, penolakan sebagian legislator, dan rilis arsip yang bertahap membuat isu ini kembali panas di Washington. Perhatian publik kini tertuju pada isi laporan pilot dan video yang mungkin muncul lebih dulu, sambil menunggu seberapa jauh pemerintah bersedia membuka arsip yang selama ini memicu spekulasi.
Source: www.viva.co.id






