Uang dan Perhiasan Rp3,01 Miliar Hilang, ART Divonis Penjara di Singapura

Seorang asisten rumah tangga asal Filipina di Singapura dijatuhi hukuman tiga tahun dua bulan penjara setelah mencuri uang dan perhiasan dari brankas majikannya. Total kerugian dalam perkara ini dilaporkan mencapai US$168.000 atau sekitar Rp3,01 miliar.

Barang berharga tersebut belum ditemukan kembali hingga proses persidangan berlangsung. Pengadilan juga belum mendapat kepastian bahwa uang dan perhiasan korban dapat dipulihkan seluruhnya.

Hukuman atas Penyalahgunaan Kepercayaan

Raguindin Alma Bassig, 47 tahun, mengaku bersalah atas dua dakwaan pencurian. Tiga dakwaan pencurian lain turut dipertimbangkan hakim saat menjatuhkan vonis pada Jumat (17/7).

Hakim Distrik Koo Zhi Xuan menilai nilai barang yang diambil sangat besar sehingga hukuman penjara diperlukan untuk memberi efek jera. Hakim juga menyoroti hubungan kerja yang membuat terdakwa memiliki akses terhadap ruang pribadi majikannya.

“Terdakwa telah menyalahgunakan kepercayaan majikannya secara serius,” kata Hakim Koo Zhi Xuan, sebagaimana dikutip finance.detik.com dari CNA. Korban berusia 54 tahun juga sempat menyampaikan emosinya di pengadilan setelah merasa dikhianati oleh orang yang telah bekerja di rumahnya selama bertahun-tahun.

Brankas di Kamar Tidur Majikan

Korban mulai mempekerjakan Raguindin pada Maret 2016 dan terdakwa tinggal bersama keluarga tersebut. Dalam masa kerjanya, ia menemukan brankas yang berada di lemari pakaian kamar tidur majikan.

Lemari tersebut tidak terkunci, sedangkan kunci brankas tersimpan di saku sebuah mantel di dalamnya. Setelah membuka brankas, Raguindin mengetahui adanya uang tunai dalam beberapa mata uang dan koleksi perhiasan bernilai tinggi.

PeriodePeristiwaRincian
Maret 2016Mulai bekerjaRaguindin bekerja dan tinggal di rumah korban.
Januari-Desember 2022PencurianUang tunai serta perhiasan diambil saat rumah kosong.
November 2025Kehilangan disadariKorban mendapati uang di dalam brankas tidak ada.
27 Mei 2026Kamera dipasangRekaman menunjukkan terdakwa membuka brankas.

Pencurian Diduga Berlangsung Sepanjang 2022

Menurut dokumen pengadilan, pengambilan uang dan perhiasan berlangsung dari Januari hingga Desember 2022. Terdakwa diduga memilih waktu ketika tidak ada penghuni lain di rumah.

Uang yang diambil mencakup mata uang euro, poundsterling, dan yen. Perhiasan yang disebut dalam perkara antara lain produk Van Cleef & Arpels, perhiasan emas, giok, serta barang-barang perak.

Nilai uang tunai dan perhiasan dalam rangkaian pencurian sepanjang 2022 tercatat sebesar S$77.851. Namun, nilai keseluruhan harta yang dikaitkan dengan perkara ini dilaporkan mencapai US$168.000.

Rekaman Kamera Menguatkan Kecurigaan

Korban baru menyadari ada uang tunai yang hilang dari brankas pada November 2025. Pada saat itu, korban masih menduga barang tersebut mungkin hanya tersimpan di tempat lain.

Kecurigaan kembali muncul pada 2026 sehingga kamera sensor gerak dipasang di kamar tidur pada 27 Mei. Rekaman kemudian memperlihatkan Raguindin membuka brankas dan mengambil barang dari dalamnya.

Dalam persidangan, terdakwa memohon keringanan hukuman agar dapat pulang ke Filipina untuk bersama ibunya yang telah lanjut usia. Ketika ditanya hakim mengenai uang yang dibawanya saat itu, ia menyatakan tidak membawa apa pun.

Uang hasil pencurian disebut telah dipakai untuk membeli kondominium, mobil, dan tanah di Filipina. Pihak penuntut tidak mengajukan tuntutan ganti rugi, tetapi penyitaan secara terpisah akan dipertimbangkan untuk membantu pemulihan kerugian korban.

Hakim menjelaskan pengadilan tidak dapat memerintahkan pembayaran ganti rugi apabila terdakwa tidak memiliki kemampuan membayar. Situasi tersebut membuat kemungkinan korban memperoleh kembali seluruh harta yang hilang masih belum pasti.

Source: finance.detik.com
Berita Terkait