Arya Khan Tegaskan Pasangan Harus Lebih Utama, Anak Tetap Diberi Kasih Sayang Sewajarnya

Arya Khan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berada di posisi kedua dalam rumah tangga. Ia menilai pasangan hidup semestinya tidak ditempatkan di bawah anak, karena suami dan istri tetap menjadi ikatan utama dalam pernikahan.

Pernyataan itu mencuat setelah ucapannya soal prioritas keluarga menjadi sorotan publik. Klarifikasi tersebut muncul usai Pinkan Mambo menyebut Arya menginginkan dirinya menempatkan suami di atas anak-anak bila hubungan mereka kembali rujuk.

Lewat pernyataan yang dikutip dari channel Intens Investigasi, Arya meminta agar maksud ucapannya tidak dipelintir. Ia menegaskan bahwa dirinya memang tidak ingin dinomorduakan, tetapi hal itu bukan berarti merendahkan peran anak dalam keluarga.

“Mengatakan demikian bahwa aku tidak ingin dinomorduakan, tetapi jangan disalahartikan,” kata Arya Khan, dikutip dari channel Intens Investigasi, Selasa (12/5/2026). Ia lalu menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah pentingnya kedudukan suami dan istri sebagai pusat perhatian dalam rumah tangga.

Arya dan Pinkan sama-sama sudah memiliki anak dari hubungan sebelumnya. Karena itu, ia memandang perlu ada batas yang jelas soal prioritas agar hubungan suami istri tetap menjadi dasar yang paling utama.

Dalam penjelasannya, Arya tetap menempatkan kasih sayang kepada anak sebagai hal penting. Hanya saja, ia menilai perhatian kepada anak sebaiknya diberikan sewajarnya, sementara perhatian terbesar diarahkan kepada pasangan hidup.

“Aku ingin anak itu diberikan kasih sayang sewajarnya saja. Aku ingin lebih sayangin suami atau istri karena bagi saya itu yang utama,” ujarnya. Menurut Arya, pasangan adalah sosok yang akan terus hadir dalam situasi penting sepanjang hidup.

Ia mengingatkan bahwa anak akan tumbuh dewasa dan menjalani kehidupannya sendiri. Sementara itu, pasangan hidup justru menjadi orang yang tetap ada saat usia menua atau ketika sakit.

“Lalu siapa teman hidupmu di kala tua, sakit? Kalau bukan suami yang di samping,” ucapnya. Dari pandangan itu, Arya menilai hubungan suami istri tidak bisa diposisikan sekadar sebagai pelengkap dalam keluarga.

Arya juga menyinggung pengalamannya bersama Pinkan sebagai alasan mengapa ia menganggap peran pasangan sangat penting. Ia menyebut dirinya selalu hadir untuk Pinkan dalam berbagai keadaan, termasuk saat sang istri mengalami kesulitan keuangan.

“Kamu sakit ada saya, kamu sedih saya yang menemani sampai subuh,” katanya. Ia kemudian mempertanyakan apakah anak bisa selalu menggantikan peran seperti itu dalam keseharian seorang pasangan.

Bagi Arya, kehadiran suami atau istri punya nilai yang berbeda karena menyangkut pendamping hidup dalam situasi yang paling dekat dan personal. Karena itu, ia merasa wajar jika pasangan ditempatkan sebagai prioritas utama dalam rumah tangga.

Arya menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa dirinya bisa memberi cinta yang lebih besar jika juga diprioritaskan. Baginya, sikap saling menempatkan pasangan sebagai pusat perhatian menjadi dasar agar rumah tangga bisa terus berjalan dengan saling menguatkan.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait