Wuling Eksion langsung mencuri perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai SUV elektrifikasi baru, tetapi juga karena pengirimannya yang bergerak cepat. Mobil ini disebut sudah mendekati 1.000 unit di tangan konsumen Indonesia, meski belum muncul cerita inden panjang seperti yang kerap terjadi pada model baru.
Kondisi itu membuat Eksion tampil berbeda di awal kiprahnya. Saat banyak konsumen harus menunggu lama, Wuling justru mampu menjaga alur serah terima tetap lancar berkat produksi lokal di Cikarang, Jawa Barat.
Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian menyebut proses pengiriman terus berjalan. Ia mengatakan bahwa pada bulan lalu unit yang diserahterimakan sudah mencapai ratusan, lalu kini jumlahnya hampir menyentuh 1.000 unit.
Produksi lokal jadi kunci pasokan
Status CKD memberi Wuling kendali lebih besar atas suplai Eksion untuk pasar domestik. Dengan merakit kendaraan di dalam negeri, perusahaan bisa mengatur kapasitas produksi secara lebih langsung agar sesuai dengan permintaan.
Bagi konsumen, situasi ini berarti kepastian yang lebih baik saat melakukan pemesanan. Unit yang dipesan dapat segera masuk tahap pengiriman tanpa menunggu terlalu lama.
Kecepatan distribusi inilah yang membuat Eksion menonjol di tengah ramainya pasar SUV baru. Selain desain dan fitur, kepastian waktu serah terima memang menjadi faktor penting bagi pembeli.
SUV keluarga dengan dua pilihan elektrifikasi
Eksion diposisikan sebagai SUV 7-seater dan menjadi produk kedua Wuling di Indonesia yang memakai teknologi terbaru Wuling Technology. Basisnya adalah Wonder Flexible Modular System atau WFMS, platform yang disiapkan untuk kendaraan elektrifikasi terbaru.
Platform tersebut dipakai untuk varian EV maupun Plug-in Hybrid atau PHEV. Pada varian PHEV, Wuling membekalinya dengan LING Power Hybrid System yang diklaim dirancang untuk efisiensi energi sekaligus performa yang halus.
Untuk mendukung konektivitas, Wuling juga menyematkan LING OS. Di bagian baterai, perusahaan memakai MAGIC Battery Pro yang difokuskan pada keamanan baterai secara menyeluruh.
Ruang lega dan jarak tempuh jadi daya tarik
Di sisi kabin, Wuling menonjolkan ruang yang lega untuk kebutuhan keluarga. Mobil ini juga dilengkapi panoramic sunroof dan kapasitas bagasi hingga 1.788 liter.
Pilihan sumber tenaga menjadi salah satu nilai jual utama. Varian EV ditawarkan dengan jarak tempuh hingga 530 km berdasarkan pengujian CLTC.
Sementara itu, varian Plug-in Hybrid diklaim mampu menempuh total jarak lebih dari 1.000 km berdasarkan CLTC. Kombinasi ini membuat Eksion menyasar pengguna yang butuh fleksibilitas untuk aktivitas harian maupun perjalanan jauh.
Perlengkapan keamanan dan program awal
Di sektor keselamatan, Eksion dibekali ADAS Level 2. Kehadiran fitur ini menambah daftar perlengkapan modern yang kini semakin diperhatikan pembeli SUV keluarga.
Wuling juga masih membuka program Early Bird untuk 2.000 pelanggan pertama. Program tersebut memberikan gratis perawatan berkala untuk varian EV dan PHEV sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Eksion mendapat Lifetime Warranty untuk komponen inti kendaraan elektrifikasi. Perlindungan ini berlaku untuk model EV maupun PHEV dan dirancang untuk memberi rasa aman dalam penggunaan jangka panjang.
Harga spesial untuk 2.000 konsumen pertama
Wuling Eksion dibuka dengan harga spesial mulai Rp 389 juta untuk 2.000 konsumen pertama. Rinciannya adalah Wuling Eksion EV CE Rp 389 juta, EV EX Rp 459 juta, PHEV CE Rp 449 juta, dan PHEV EX Rp 499 juta.
Dengan distribusi yang sudah hampir menyentuh 1.000 unit, Eksion kini bergerak dari sekadar model baru menjadi produk yang sudah benar-benar masuk garasi konsumen. Dukungan produksi lokal, pilihan EV dan PHEV, serta paket manfaat awal ikut memperkuat langkah SUV ini di pasar Indonesia.
Source: oto.detik.com






